9 Tips Memilih Keyword Sesuai Kapasitas Web Klien

Tidak semua keyword memberikan hasil yang optimal untuk website Anda. Ini cara memilih keyword sesuai kapasitas web agar hasilnya maksimal.

Memilih keyword sesuai kapasitas web klien memiliki tantangan tersendiri. 

Dari seri artikel sebelumnya, Anda sudah tahu cara riset keyword gratis menggunakan tools keyword research. Namun, tidak semua keyword yang Anda dapatkan, bisa Anda pakai dengan efektif.

Di artikel ini, Anda akan mengetahui bagaimana memilih keyword yang tepat agar website Anda bisa me-ranking, konversinya tinggi, dan memberikan profit.

Hindari Head & Body Keyword

Sederhananya, Head keyword adalah kata kunci yang hanya terdiri atas 1 kata. Sedangkan body keyword adalah kata kunci yang terdiri atas 2 suku kata.

Head keyword mutlak perlu Anda hindari, terutama bagi website yang masih baru. Ini karena jenis keyword tersebut hampir pasti memiliki:

  1. Search intent tidak jelas (ambigu)
  2. TIngkat kompetisi tinggi
  3. CTR (Click Through Ratio) sangat rendah
  4. Rentan terhadap perubahan algoritma Google

Sebagai contoh, ketika Anda mengetikkan “kopi” di kolom pencarian, Google mungkin akan menampilkan lokasi kedai kopi terdekat, skema info, atau berita  tentang kopi.

Pertimbangan SERP untuk memilih keyword bagi web klien

Selain itu, Anda juga harus berkompetisi dengan Wikipedia dan website ber-authority tinggi lainnya. Jelas ini bukan pilihan tepat.

Di sisi lain, body keyword seperti “Kopi Arabika” sedikit lebih baik. Tapi tingkat kompetisinya tetap tinggi. Jika website Anda belum punya authority di mata Google, akan sangat sulit mengoptimasi keyword tersebut.

Memilih Long Tail Keyword

Long Tail Keyword adalah kata kunci yang terdiri dari 3 kata atau lebih. Meski volume pencariannya mungkin jauh lebih kecil, keyword ini cenderung memberikan relevansi yang lebih tinggi dan kompetisi yang lebih rendah.

Contoh, keyword “Kopi” dan “Kopi Arabika” memiliki volume pencarian hingga “673.000” dan “8.100”, tapi kompetisinya sangat tinggi.

Di sisi lain, keyword “bedanya kopi arabika dan robusta” memiliki volume pencarian hanya “590”, tapi kompetisinya relatif lebih rendah.

Jika website Anda masih baru, membidik keyword seperti ini akan lebih cepat membuat halaman Anda mendapatkan ranking dan traffic dari Google.

Volume Pencarian Minimal 100

Membidik keyword yang tidak memiliki volume pencarian ibarat memancing di kolam renang. Tidak akan ada yang memakan umpan Anda.

Rekomendasi volume pencarian keyword untuk Anda bidik tidak boleh kurang dari 100 pencarian per bulan.

memilih keyword sesuai kapasitas web klien berdasarkan volume pencarian

Kecuali, jika yang Anda miliki adalah bisnis lokal seperti bengkel atau salon, maka angkanya bisa turun hingga 20-50 pencarian.

Untuk website baru, hindari membidik keyword di atas 10.000 pencarian per bulan, kecuali memiliki syarat lainnya di bawah ini.

Memilih Keyword Kompetisi Rendah

Kompetisi yang rendah dicirikan dengan keyword difficulty yang rendah.

Keyword difficulty adalah istilah yang menunjukkan seberapa besar upaya yang Anda perlukan untuk menduduki halaman 1 di Google untuk keyword tertentu.

Pada tools Google Keyword Planner, Anda dapat melihatnya dalam bentuk keterangan: rendah, sedang, atau tinggi.

Pada tools lain seperti Ubersuggest, Anda bisa mendapatkan estimasinya dalam bentuk angka. Ini lebih memudahkan bagi Anda untuk melakukan analisis keyword.

memilih keyword sesuai kapasitas web klien berdasarkan SEO difficulty

Fokus pada low competition keyword terlebih dahulu. Setelah website Anda memiliki otoritas lebih tinggi dan backlink lebih banyak, Anda bisa mulai menarget yang tingkat kompetisinya sedang, dan seterusnya.

CPC (Cost per Click) Sedang-Tinggi

CPC menunjukkan seberapa besar biaya yang pengiklan bersedia bayar untuk memunculkan website mereka di SERP pada keyword tertentu.

Semakin tinggi nilai CPC, berarti banyak pengiklan yang bersedia membayar mahal untuk keyword tersebut. Ini menunjukkan bahwa keyword tersebut berharga dan sangat layak untuk Anda garap.

memilih keyword sesuai kapasitas web klien berdasarkan CPC cost per click

Mulai dari Keyword dengan Transaction Intent

Untuk lebih jelas apa itu transaction intent, Anda dapat mengunjungi artikel sebelumnya tentang apa itu search intent.

Mengapa harus transaction intent terlebih dahulu?

Dalam proses funnel marketing, keyword dengan transaction intent cenderung berada di dasar funnel. Karena itu, keyword dengan intent tersebut lebih profitable dan fokus pada produk atau layanan Anda.

Jika website Anda belum memiliki halaman dengan transaction intent, lalu kemana calon pelanggan harus pergi jika ingin bertransaksi dengan Anda?

Setelah Anda menggarap keyword tersebut, barulah bidik keyword lain untuk mendapatkan calon pelanggan yang lebih luas.

Perbanyak Keyword Information Intent

Keyword dengan transaction intent memang perlu, tapi mayoritas kunjungan organik ke website Anda berasal dari keyword dengan information intent.

Information intent menduduki posisi pertama dalam pencarian hingga 80% (termasuk commercial investigation). 1)  Sisanya sebanyak 20% menjadi porsi navigation dan transaction intent.

Selain itu, 90% calon pelanggan akan membaca rekomendasi atau review terlebih dahulu sebelum melakukan pembelian. Bahkan, hampir 15% perlu melakukan proses ini hingga 10 kali sebelum membeli. 2)

keyword informasional perlu untuk meningkatkan trust calon pelanggan

Banyaknya konten berkualitas pada topik tertentu juga bisa menjadi indikator expertise dari website Anda. Ini akan sangat berpengaruh dalam mendorong website Anda tampil di halaman 1 Google.

Prioritaskan Keyword yang Relevan

Maksud relevan di sini adalah relevan terhadap bisnis utama Anda.

Misalkan Anda memiliki bisnis jual beli biji kopi. Alih-alih menarget keyword “kopi kekinian” yang memiliki 1800 pencarian, Anda sebaiknya menarget “kopi arabika gayo Aceh” yang hanya memiliki 70 pencarian.

memilih keyword yang relevan dengan website

Orang yang mencari kata kunci online “kopi kekinian” cenderung mencari bisnis kopi olahan. Bukan berarti tak boleh menarget, hanya saja Anda perlu prioritaskan yang relevan terlebih dahulu.

Untuk melakukan ini, Anda perlu memahami produk atau layanan yang ditawarkan. Kemudian, Anda juga perlu membuat buyer persona, sekaligus menempatkan posisi Anda sebagai calon pelanggan yang mencari lewat Google.

Trend Saat Ini

Jika ada keyword yang mirip-mirip, putuskan mana keyword utama Anda dengan melihat tren. Pilihlah keyword yang memiliki tren stabil atau meningkat.

Contoh, keyword “jenis-jenis kopi Arabika” dengan “varietas kopi Arabika” merujuk pada topik yang sama. Tapi, coba cek dulu di Google Trends.

Di situ terlihat bahwa keyword “jenis kopi Arabika” memiliki tren yang menanjak. Beda dengan keyword “varietas kopi Arabika” yang sedang flat di pencarian terendah.

Artinya, jika ingin menggarap topik ini, keyword utama Anda sebaiknya jenis-jenis kopi Arabika.

Memilih keyword sesuai kapasitas web klien perlu mempertimbangkan posisi website klien. Apakah baru atau lama? Seberapa besar authority dan domain rating website tersebut? Lalu, apa prioritas yang perlu dipilih dan dilakukan.

Terapkan tips di atas dalam cara riset keyword Anda agar strategi SEO Anda mendapatkan hasil optimal.

Tinggalkan komentar

9 + two =

Isi Konten

Selamat Datang

Hubungi kami melalui kontak bantuan whatsapp dibawah.

Fast Respon

Bantuan Loker Penulis

Jam Operasional

Terimakasih Atas Kunjungannya...