Di dunia content writing, Anda mungkin pernah mendengar istilah content writer vs copywriter. Keduanya sama-sama bekerja dengan kata, tapi punya spesialisasi yang berbeda.
Jika Anda ingin menjadi penulis profesional, tapi bingung yang mana, maka pahami perbedaan kedua profesi tersebut.
Artikel ini akan membedah 10 perbedaan copywriter dan content writer, dilihat dari berbagai aspek.
Daftar Isi Artikel
ToggleTugas dan Tujuan
Perbedaan content writer dan copywriter yang utama terletak pada tugasnya.
Content writer adalah orang yang bertugas menulis konten untuk diupload di berbagai platform digital. Sedangkan copywriter adalah orang yang bertugas menulis copy atau tulisan yang membujuk pembacanya untuk bertindak.
Dari sini, bisa dibedakan tujuannya.
Sementara tujuan content writing adalah untuk mengedukasi, menghibur, hingga membangun hubungan dengan pembaca, copywriting bertujuan menulis copy yang mengarahkan audiens bertindak.
Tanggung Jawab
“Content writer ngapain aja?”
Dalam strategi pemasaran, content writer bertanggung jawab untuk merencanakan, membuat, dan memposting konten sesuai dengan jadwal. Sementara itu, tanggung jawab copywriter yaitu menghasilkan konversi melalui copy yang ditulisnya.
Ini sesuai dengan tujuan masing-masing, dimana penulis konten berfokus meningkatkan otoritas brand, mendatangkan trafik, dan membangun hubungan jangka panjang dengan audiens. Sedangkan copywriter harus membujuk pembaca untuk melakukan tindakan berujung konversi.
Target Audiens
Pembaca content writing yaitu orang-orang yang memang sedang mencari dan membutuhkan informasi tertentu. Karena itu, content writer sangat penting untuk memiliki setidaknya pengetahuan SEO dasar.
Di sisi lain, target audiens copywriting bisa orang yang sebelumnya tidak tahu apa-apa, bisa juga sebelumnya sudah mengenal dan punya minat pada produk atau layanan tertentu.
Makanya itu, copywriter penting untuk memahami psikologi audiens dan di tahapan funnel yang mana audiens tersebut.
Gaya Penulisan
Baik content writer maupun copywriter dapat menggunakan gaya bahasa yang formal maupun informal, tergantung target audiens.
Namun, karena tujuannya berbeda, otomatis content writer dan copywriter mengeksekusi tugasnya dengan gaya penulisan yang berbeda.
Content writer cenderung menulis dengan gaya informatif, edukatif, dan obyektif. Gayanya seperti seorang guru atau teman yang mencoba menjelaskan sesuatu dengan cara yang mudah dipahami.
Sementara itu, gaya penulisan copywriter lebih persuasif, kreatif, dan efektif. Adakalanya bahkan tidak menghiraukan grammar dan tanda baca.
Masih ingat tagline Iphone 14 yang hanya menggunakan 2 kata: Kuning. Keren.
Selain itu, copy menggunakan teknik copywriting yang sudah teruji, seperti:
- formula copywriting: PAS (Problem, Agitate Solution), AIDA (Attention, Interest, Desire, Action), SSS (Star, Story, Solution), dan lainnya.
- kata-kata yang kuat (powerful words): gratis, terobosan baru, terbaik, diskon, bonus, instan, dan lain-lain.
Skill yang Dibutuhkan
Karena perbedaan gaya penulisan di atas, skill set yang harus dimiliki oleh content writer dan copywriter agak berbeda.
Kedua profesi penulis ini sama-sama harus memiliki kemampuan riset dan reasoning yang kuat. Selain itu, masing-masing juga perlu memperkuat keterampilan khusus.
Skill content writer, secara khusus, harus menguasai:
- riset (relevansi, akurasi, analisis data, presentasi informasi yang mudah dipahami).
- menulis (grammar dan ejaan yang baik, SEO, menulis dalam berbagai format seperti blog, social media post, white paper)
Adapun skill copywriter tak kalah rumit, yaitu:
- menulis persuasi (gaya persuasif dan menarik; format: iklan, landing page, email; teknik copywriting)
- psikologi konsumen (persona, motivasi, dan perilaku konsumen)
- branding (paham membangun branding sesuai brand identity).
Selain itu, kedua profesi penulis ini perlu memiliki keterampilan standar penulis profesional. Contoh seperti: mampu memahami audiens, bekerja dengan deadline, dan berkomunikasi dengan baik.
Output
Hasil karya seorang content writer biasanya berupa artikel, entah berupa listicle, panduan, studi kasus, dan sebagainya. Nantinya, artikel tersebut bisa terbit dalam bentuk blog, e-book, pdf, atau lainnya.
Contoh content writing di antaranya artikel berjudul:
- Tips Menulis Paragraf Pertama yang Menyihir Pembaca
- Apa itu Thin Content dan Bahayanya untuk SEO
Di sisi lain, copywriter menghasilkan karya berupa tagline, iklan, email marketing, dan landing page. Contoh copywriting di antaranya
- Tagline: Nike, Just Do It
- Skrip iklan Facebook Ads
- Halaman penjualan
Penggunaan Konten dalam Strategi Pemasaran
Dengan gaya penulisan seperti di atas, artikel dari content writer lebih cocok untuk branding dan building rapport.
Contohnya untuk membangun kehadiran merek, meningkatkan kesadaran merek, dan memberikan informasi pada audiens tentang topik tertentu.
Di sisi lain, ruang lingkup copywriter lebih luas.
Bukan hanya fokus kepada konversi seperti penjualan produk, pendaftaran layanan, atau tindakan lain dari audiens saja. Copywriter juga sering terlibat dalam pengenalan brand/produk baru.
Contoh copywriting yang digunakan oleh Spotify saat memperkenalkan produk Spotify Premium.
Meski demikian, tidak menutup kemungkin content writer jugabisa bekerja pada bagian funnel bawah (BoFu), contohnya untuk pembuatan e-book yang juga bisa berisikan CTA.
Indikator Keberhasilan
Sebagai pekerja profesional, content writer dan copywriter juga harus memiliki indikator untuk mengukur kinerja atau KPI (Key Performance Indicators).
Karena tugas dan tujuan keduanya yang berbeda, KPI-nya pun berbeda.
Indikator kinerja untuk content writer mengacu pada matriks brand awareness dan engagement. Di antaranya berupa: trafik website, unique views, jangkauan, brand recall, brand mention, brand search, engagement (like, comments, shares).
Di sisi lain, indikator keberhasilan copywriter mengarah pada matriks konversi. Contoh seperti: leads, konversi, dan ROI.
Rangkuman perbedaan content writer vs copywriter bisa Anda lihat di tabel berikut.
Aspek | Content Writer | Copywriter |
Tugas dan tujuan | Edukasi | Persuasi, Konversi |
Gaya | Informatif | Persuasif |
Skill Set | Riset, SEO | Riset, teknik copywriting |
Peran Strategi Pemasaran | Branding, building rapport | Konversi |
KPI | Branding, Engagement | Leads, Konversi, ROI |
Setelah memahami perbedaan content writer vs copywriter, tak perlu bingung lagi untuk mempekerjakan yang mana, sesuai kebutuhan Anda.
Percayakan kebutuhan konten dan copy Anda pada Saungwriter.