Info Urutan Pangkat TNI AD, AU, AL Lengkap dengan Gajinya

Pangkat TNI

Penasaran bagaimana urutan pangkat TNI?

Tentara Nasonal Indonesia (TNI) merupakan pasukan militer atau angkatan perang di Indonesia. Pasukan yang bertugas membela tanah air tersebut dibagi menjadi Angkatan Darat (AD), Angkatan Udara (AU), dan Angkatan Laut.

Angkatan perang dibutuhkan oleh setiap negara yang berdaulat. Setelah Indonesia merdeka, Indonesia pun membutuhkan angkatan perang untuk mempertahankan kemerdekaan.

Pada masa awal kemerdekaan, angkatan perang tersebut diberi nama Tentara Keamanan Rakyat (TKR), kemudian berganti nama menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI), kemudian berubah lagi menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang masih dipakai hingga sekarang.

TNI diresmikan pada 3 Juni 1947.

Sejak kemerdekaan hingga sekarang, angkatan perang tersebut sudah sangat berperan dalam menjaga kedaulatan Republik Indonesia.  

Meskipun mengemban tugas yang berbahaya, semangat anak muda untuk menjadi bagian dari TNI masih amat besar.

Sebelum terjun langsung ke dunia militer, mari kita mengenal lebih jauh tentang tugas dan pangkat TNI.

Urutan Pangkat TNI-AD

Sumber gambar: https://tniad.mil.id/

Salah satu angkatan perang di Indonesia yang mempunyai peran krusial adalah Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. Kita lebih mengenalnya dengan sebutan AD.

Tugas Angkatan Darat ternyata tidak hanya berfokus pada menjaga kedaulatan. Di era kemerdekaan, tugas Angkatan perang ini juga berkaitan dengan pembangunan wilayah darat. Tujuannya adalah agar kepentingan publik terpenuhi.

Menurut Undang-Undang tentang TNI Nomor 32, Tahun 2004, tugas TNI Angkatan Darat adalah sebagai berikut.

  1. Menjaga dan menegakkan kedaulatan Republik Indonesia.
  2. Menjaga keamanan serta mempertahankan kawasan perbatasan khusus wilayah darat.
  3. Melakukan operasi militer, baik untuk situasi tempur maupun nontempur.
  4. Membangun serta mengembangkan pasukan militer AD.
  5. Membangun kemampuan dan kekuatan satuan TNI-AD.
  6. Melindungi semua kawasan dan semua orang di negara Indonesia dari segala jenis gangguan dan ancaman.
  7. Mengatur dan mengawasi sepanjang garis territorial yang bertujuan untuk mengalahkan musuh, baik musuh internal negara maupun kemungkinan adanya penjajah eksternal.
  8. Menangkal segala jenis ancaman bersenjata serta ancaman militer, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri di wilayah darat.
  9. Menjaga keselamatan bangsa serta memberikan rasa aman bagi seluruh warga negara Indonesia.
  10. Menjaga keutuhan kawasan darat Indonesia.

Dengan tugas-tugas yang berat tersebut, TNI-AD dibagi menjadi beberapa pangkat. Berikut adalah pangkat TNI AD dari yang terendah sampai tertinggi.

1. Tamtama

  • Prajurit Kepala
  • Prajurit Satu
  • Prajurit Dua

2. Tamtama Kepala

  • Kopral Kepala
  • Kopral Satu
  • Kopral Dua

3. Bintara

  • Sersan Mayor
  • Sersan Kepala
  • Sersan Satu
  • Sersan Dua

4. Bintara Tinggi

  • Pembantu Letnan Satu
  • Pembantu Letnan Dua

5. Perwira Pertama

  • Kapten
  • Letnan Satu
  • Letnan Dua

6. Perwira Menengah

  • Kolonel
  • Letnan Kolonel
  • Mayor

7. Perwira Tinggi

  • Jenderal
  • Letnan Jenderal
  • Mayor Jenderal
  • Brigadir Jenderal

Tujuh tingkatan pangkat TNI tersebut berlaku sejak periode 1997 – sekarang, tepatnya pada 29 September 1997.

Pada periode sebelumnya, berlangku juga pangkat kehormatan, yakni Jenderal Besar untuk TNI Angkatan Darat. Pangkat tersebut berada di atas Perwira Tinggi.

Akan tetapi, sejak tahun 2010, pangkat tersebut ditiadakan.

Peniadaan pangkat kehormatan didasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2010. Jadi, pangkat tertinggi untuk TNI-AD adalah Jenderal.

Urutan Pangkat TNI-AU

Sumber gambar: https://www.tnial.mil.id/

Selain Angkatan Darat, pasukan militer di Indonesia juga memiliki Angkatan Udara. Angkatan perang ini juga menjadi alat tempur utama yang bertugas untuk menjaga kedaulatan Indonesia.

Mengingat keadaan geografis Indonesia yang sangat luas, pasukan perang tidak hanya berjaga di darat, tetapi juga di udara. Apa saja fungsi dan tugas TNI Angkatan Udara?

Peran, fungsi, serta tugas dari TNI Angkatan Udara juga diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

Berikut tugas TNI Angkatan Udara:

  1. Membantu Pemerintah dalam upaya mengembalikan keamanan negara yang sudah terganggu karena kekacauan keamanan yang disebabkan oleh pemberontakan, huru-hara, perang, konflik komunal, terorismen, serta bencana alam.  
  2. Memiliki peran aktif dalam mewujudkan perdamaian dunia sesuai dengan kebijakan politik luar negeri.
  3. Berperan sebagai komponen utama dalam menghadapi ancaman militer yang juga didukung oleh komponen cadangan serta komponen pendukung.
  4. Ketika menghadapi ancaman nonmiliter, Angkatan Udara juga berperan sebagai penegak hukum serta keamanan di udara, pemberdaya wilayah pertahanan di udara, serta pendukung terhadap lembaga pemerintah bidang pertahanan.
  5. Melaksanakan tugas pemberdayaan wilayah di bidang pertahanan udara.
  6. Melakukan operasi pertahanan udara, yakni operasi hanud aktif dan operasi hanud pasif.
  7. Melakukan operasi serangan udara strategis, yakni pengintaian udara strategis, operasi perlindungan udara, operasi pengamatan, hingga operasi penyerangan.
  8. Melakukan operasi dukungan udara, baik yang berkaitan dengan militer maupun nonmiliter.

Selanjutnya, berikut adalah pangkat TNI Angkatan Udara yang berlaku sejak 1997 hingga sekarang. Pangkat yang dijelaskan di sini disusun berdasarkan urutan yang paling dasar hingga yang paling tinggi.

1. Tamtama

  • Prajurit Dua
  • Prajurit Satu
  • Prajurit Kepala

2. Tamtama Kepala

  • Kopral Dua
  • Kopral Satu
  • Kopral Kepala

3. Bintara

  • Sersan Dua
  • Sersan Satu
  • Sersan Kepala
  • Sersan Mayor

4. Bintara Tinggi

  • Pembantu Letnan Dua
  • Pembantu Lentan Satu

5. Perwira Pertama

  • Letnan Dua
  • Letnan Satu
  • Kapten

6. Perwira Menengah

  • Mayor
  • Letnan Kolonel
  • Kolonel

7. Perwira Tinggi

  • Marsekal Pertama
  • Marsekal Muda
  • Marsekal Madya
  • Marsekal

Terakhir, di Angkatan Udara, ada juga yang disebut dengan Marsekal Besar atau setara dengan Jenderal Besar di Angkatan Darat. Namun, gelar paling tinggi tersebut juga ditiadakan sejak tahun 2010.

Urutan Pangkat TNI-AL

sumber gambar: https://tni-au.mil.id/

Sebagai negara maritim, keberadaan Angkatan Laut menjadi sesuatu yang sangat penting. Oleh karena itu, armada laut juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan apabila kita membicarakan tentang TNI.

Karena menjadi kekuatan utama Indonesia di wilayah laut, TNI-AL dibagi menjadi dua armada terpisah, yakni Armada Barat dan Armada Timur. Armada Barat bermarkas di Tanjung Priok, Jakarta. Kemudian, Armada Timur bermarkas di Tanjung Perak, Surabaya.

Lalu, apa saja tugas dari TNI-AL?

  1. Menjaga keamanan kawasan laut Republik Indonesia.
  2. Menegakkan hukum kawasan laut Republik Indonesia.
  3. Sebagai pembicara dan diplomat angkatan laut, baik secara nasional maupun secara internasional.
  4. Memberdayakan wilayah pertahanan laut di Indonesia.
  5. Mencegah terjadinya konflik di wilayah laut di Indonesia.
  6. Menjaga keamanan dan kestabilan wilayah laut Indonesia.
  7. Siap sedia melakukan penjagaan serta mempertahankan wilayah laut Indonesia dari ancaman atau serangan musuh.
  8. Membantu proses penyelamatan dan evakuasi apabila terjadi insiden atau kecelakaan di wilayah perairan Indonesia, misalnya ketika ada pesawat jatuh.
  9. Menindaklanjuti kegiatan ilegal, seperti pencurian ikan, penyelundupan barang, illegal fishing, pencurian SDA, dan lain sebagainya yang terjadi di wilayah perairan Indonesia.
  10. Berperan sebagai penjaga kedaulatan NKRI bersama dengan Angkatan Darat dan Angkatan Udara.

Selanjutnya, mari kita bahas pangkat-pangkat yang ada di TNI Angkatan Laut, yakni sebagai berikut.

1. Tamtama

  • Kelasi Dua
  • Kelasi Satu
  • Kelasi Kepala

2. Tamtama Kepala

  • Kopral Dua
  • Kopral Satu
  • Kopral Kepala

3. Bintara

  • Sersan Dua
  • Sersan Satu
  • Sersan Kepala
  • Sersan Mayor

4. Bintara Tinggi

  • Pembantu Letnan Dua
  • Pembantu Letnan Satu

5. Perwira Pertama

  • Letnan Dua
  • Letnan Satu
  • Kapten

6. Perwira Menengah

  • Mayor
  • Letnan Kolonel
  • Kolonel

7. Perwira Tinggi

  • Laksamana Pertama
  • Laksamana Muda
  • Laksamana Madya
  • Laksamana

Sama seperti TNI Angkatan Darat, pada ketentuan pangkat sebelumnya, ada juga pangkat kehormatan untuk Angkatan Laut. Pangkat kehormatan tersebut adalah Laksamana Besar.

Akan tetapi, pangkat kehormatan yang berada di atas Perwira Tinggi tersebut sudah dihilangkan sejak tahun 2010.

Tanda Kepangkatan TNI AD, AL, AU

Untuk menandai kepangkatan Tentara Nasional Indonesia, dipakailah gambar atau lambang pada atribut sehari-hari prajurit.

Sama seperti pangkat TNI yang berubah-ubah, lambang kepangkatan yang dipakai saat ini juga sesuai dengan peraturan baru, yakni pada tahun 1997. Hanya saja, pangkat kehormatan seperti Jenderal Besar, Laksamana Besar, dan Marsekal besar sudah dihilangkan.

Lambang kepangkatan tersebut dipakai pada pakaian dinas yang terdiri dari tiga jenis, yakni Pakaian Dinas Lapangan (PDL), Pakaian Dinas Upacara (PDU), dan Pakaian Dinas Harian (PDH).

Kemudian, tanda kepangkatan juga terbagi lagi menjadi dua, yakni pemegang komando dan staf biasa. Untuk pemegang komandi biasanya ada garis merah di tengah atau di sisi-sisi luar.

Penempatan tanda kepangkatan tersebut juga berbeda-beda. Jenjang bintara tinggi hingga perwira tinggi ditempatkan di bagian pundak kemeja. Sementara itu, untuk jenjang tamtama serta bintara, tanda kepangkatan tersebut diletakkan di lengan baju.

Gambar pangkat TNI AL, AD, dan AU sebenarnya hampir sama. Dari pakaian dinas upacara, harian, dan lapangan, yang berbeda hanya pada pakaian dinas harian (PDH).

1. Tanda Kepangkatan TNI-AD

Pakaian dinas harian (PDH) TNI Angkatan Darat menggunakan warna hijau army yang biasa kita lihat. Berikut lambang kepangkatan secara lengkap.

  • Perwira Tinggi
  • Perwira Menengah
  • Perwira Pertama (Pama)
  • Bintara Tinggi
  • Bintara
  • Tamtama Kepala
  • Tamtama

2. Tanda Kepangkatan TNI-AL

TNI Angkatan Laut mempunyai gambar pangkat yang berbeda untuk pakaian dinas harian. Ada ujung lancip untuk beberapa jenjang. Warna yang digunakan adalah biru.

Berikut gambar kepangkatan lengkap untuk TNI Angkatan Laut.

  • Perwira Tinggi
Klik untuk memperbesar gambar
  • Perwira Menengah
Klik untuk memperbesar gambar
  • Perwira Pertama
  • Bintara Tinggi
  • Bintara
  • Tamtama Kepala
  • Tamtama

3. Tanda Kepangkatan TNI-AU

Untuk pakaian dinas harian TNI Angkatan Udara, warna yang dipakai mirip dengan TNI Angkatan laut, yakni biru. Berikut gambar lengkapnya.

  • Perwira Tinggi
  • Perwira Menengah
  • Perwira Pertama
  • Bintara Tinggi
  • Bintara
  • Tamtama Kepala
  • Tamtama

Gaji TNI Berdasarkan Pangkatnya

Setelah mengetahui pangkat TNI, selanjutnya berapa kira-kira gaji TNI?

Tak hanya Anda, ternyata ada cukup banyak orang yang penasaran dengan gaji TNI.

Dengan risiko pekerjaan yang cukup besar, banyak orang yang berpikir bahwa gaji TNI tentu sangat besar. Apakah benar begitu?

Gaji TNI sebenarnya tidak seberapa.

Gaji TNI sama seperti gaji pegawai negeri sipil (PNS). Besaran gajinya tentu dibedakan berdasarkan pangkat mereka.

Gaji Pokok TNI AD, AL, dan AU

Berikut adalah uraian gaji TNI berdasarkan pangkatnya.

  1. Golongan I (Tamtama): Rp1.643.500 – Rp2.960.700
  2. Golongan II (Bintara): Rp2.103.700 – Rp4.032.600
  3. Golongan III (Perwira Pertama): Rp2.735.300 – Rp4.780.600
  4. Golongan IV (Perwira Menengah dan Perwira Tinggi): Rp3.290.500 – Rp5.930.800

Daftar di atas adalah uraian singkat tentang gaji TNI. Gaji masing-masing golongan: Tamtama, Bintara, Perwira Pertama, Perwira Menengah, dan Perwira Tinggi, masih dibedakan lagi berdasarkan pangkat yang ada di bawahnya.

Namun, kisarannya tidak jauh dari nomimal yang sudah dijelaskan di atas.

Kalau begitu, gaji TNI bisa dibilang tidak begitu besar bukan?

Akan tetapi, jangan salah. Selain gaji pokok, TNI juga mendapatkan berbagai tunjangan. Nah, pendapatan TNI lebih banyak berasal dari tunjangan-tunjangan tersebut.

Lalu, ada apa saja tunjangan TNI?

Tunjangan Kinerja TNI AD, AL, dan AU

Tunjangan kinerja sering juga disebut sebagai tukin prajurit TNI. Besaran tukin sudah diatur dalam Peraturan Presiden Tahun 2018 Nomor 102 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan TNI.

Ada tiga matra yang berlaku di besaran tunjangan TNI, yakni Kepala Staf TNI, Kepala Staf Umum, dan Kelas Jabatan. Formula besaran tunjangan dalam TNI juga diatur sesuai dengan kelas jabatan dan pangkat prajurit.

Pertama, Kepala Staf TNI (KSAD, KSAL, KSAU) akan menerima tunjangan kurang lebih Rp37.800.000.

Kedua, Kepala Staff Umum (Kasum) dan Wakil Kasum akan menerima tunjangan kinerja sekitar Rp34.900.000.

Terakhir, ada yang disebut dengan kelas jabatan. Tunjangan kinerja ini diberikan sesuai pangkat dan sesuai dengan masa pengabdian anggota TNI.

Ada 17 kelas jabatan dengan tunjangan kinerja yang berbeda-beda, yakni sebagai berikut.

  1. Kelas Jabatan 1: Rp2.900.000
  2. Kelas Jabatan 2: Rp2.00.000
  3. Kelas Jabatan 3: Rp2.200.000
  4. Kelas Jabatan 4: Rp2.350.000
  5. Kelas Jabatan 5: Rp2.400.000
  6. Kelas Jabatan 6: Rp2.700.000
  7. Kelas Jabatan 7: Rp2.900.000
  8. Kelas Jabatan 8: Rp3.300.000
  9. Kelas Jabatan 9: Rp3.700.000
  10. Kelas Jabatan 10: Rp4.500.000
  11. Kelas Jabatan 11: Rp5.180.000
  12. Kelas Jabatan 12: Rp7.200.000
  13. Kelas Jabatan 13: Rp8.500.000
  14. Kelas Jabatan 14: Rp11.600.000
  15. Kelas Jabatan 15: Rp14.721.00
  16. Kelas Jabatan 16: Rp20.600.00
  17. Kelas Jabatan 17: Rp29.000.000

Selain tunjangan kinerja, ada juga beberapa tunjangan lain yang akan didapatkan oleh seorang TNI, seperti tunjangan suami/istri, tunjangan anak, tunjangan beras, dan tunjangan jabatan.

Tunjangan lain tersebut dihitung berdasarkan gaji pokok yang diterima. Tunjangan lain-lain yang paling besar didapat ketika seorang TNI ditugaskan di luar untuk melakukan operasi keamanan.

Besaran tunjangan operasi keamanan bisa mencapai 150% dari gaji pokok apabila prajurit tersebut ditugaskan di pulau terluar tanpa penduduk.

Dilihat dari sisi gaji, gaji pokok TNI memang tidak seberapa. Akan tetapi, apabila ditambah dengan tunjangan yang didapat, tentu besaran pendapatan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Ditambah lagi, menjadi TNI memiliki kebanggaan tersendiri di lingkungan masyarakat. Karena memangku tugas mulia sekaligus berbahaya, TNI biasanya dihormati di tengah masyarakat.

Supaya pendapatan yang diterima semakin besar, seorang TNI perlu menaikkan pangkat mereka. Berikut penjelasan menganai upaya untuk menaikkan pangkat.

Bagaimana Cara Naik Pangkat TNI?

Proses penaikan pangkat di dalam TNI disebut dengan Usul Kenaikan Pangkat (UKP). Baik, Angkatan Darat, Angkatan Laut, maupun Angkatan Udara yang ingin menaikkan pangkat wajib mengikuti proses UKP.

Apa syarat wajib untuk menaikkan pangkat?

Tamtama, Bintara, serta Perwira yang akan melakukan UKP wajib mempersiapkan fisik yang prima. Tes yang akan mereka ikuti disebut dengan tes samapta.

Tes Samapta ini Tes Samapta A dan Tes Samapta B. Kebugaran fisik yang akan di tes di antaranya adalah tes lari, sit up, push up, pull up, serta shuttle run.

Untuk mengetahui bagaimana kemampuan serta ketahanan fisik pada tentara yang akan UKP, biasanya ada pembinaan selama kurang lebih 6 bulan.

Periode UKP nanti disesuaikan dengan Komando Daerah Militer masing-masing prajurit. Biasanya, setiap tahun selalu ada periode UKP untuk para prajurit yang ingin naik pangkat.

Penutup

Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi elemen penting dalam menjaga dan mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia. Pasukan militer tersebut dibagi menjadi AD, AL, dan AU.

Untuk Anda yang ingin menjadi TNI, pemahaman dasar tentang kepangkatan perlu diketahui. Dengan begitu, Anda bisa menetapkan target akan sampai di mana pangkat Anda.

Selain urusan prestige ‘gengsi’, pangkat TNI juga berpengaruh pada pendapatan yang diterima. Wajar jika para tentara selalu termotivasi untuk meningkatkan pangkat mereka.

Demikian adalah informasi tentang pangkat TNI. Semoga bermanfaat!

Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter

Tinggalkan komentar