Cara Memulai Bisnis Online Dari Nol: Strategi Sukses 2021

Cara Memulai Bisnis Online

Ngidam jadi pengusaha online? Sedang cari tahu cara memulai bisnis online dari nol yang dijamin mudah dan menghasilkan banyak uang?

Hari ini, mungkin saja Anda sedang kecewa karena tak kunjung mendapat kerja. Atau mungkin Anda sudah kerja, tapi rezeki saat ini masih kurang untuk menghidupi keluarga.

Apapun masalahnya, semoga bahasan Saungwriter kali ini bisa mencerahkan.

Karena di bahasan kali ini, kita akan mengupas bersama tentang bisnis online. Bagaimana caranya mendapat penghasilan maksimal hanya dengan internet. Juga ide-ide bisnis online yang bisa langsung Anda eksekusi.

Oleh sebab itu, luangkan waktu 10 – 15 menit untuk membaca panduan bisnis online ini. Mari kita mulai diskusi menuju suksesnya.

Bisnis Online, Mengais Rezeki Di Dunia Tanpa Batas

Di zaman sekarang, bisnis online menjadi ide bisnis paling mainstream untuk dibuka. Keberadaan internet membuat kita bisa jualan kapan, di mana, dan kepada siapa saja di seluruh dunia.

Buat Anda yang ingin memulai bisnis dari nol, ini potensi konsumen yang bisa Anda jadikan target jualan:

(Data pengguna internet seluruh dunia per April 2021, sumber: Hootsuite)

Dari data Hootsuite tersebut, ada sekitar 7,85 milyar pengguna internet di dunia, 5,27 milyar di antaranya punya smartphone, dan 4,33 milyar adalah pengguna aktif media sosial. Ini pasar yang bisa Anda serang kalau ingin jualan di skala global.

Sementara itu di Indonesia sendiri, Hootsuite juga bikin statistik berikut:

(Data pengguna internet di Indonesia per Januari 2021, sumber: Hootsuite)

Buat Anda yang masih kurang PD jadi pebisnis global, pasar Indonesia juga tidak kalah potensialnya. 57% masyarakat Indonesia sudah melek internet, dengan pengguna smartphone sebanyak 345,3 juta dan aktif di medsos sebanyak 170 juta.

Dengan pasar seluas ini, Mas Mbak tidak perlu pasang target marketshare muluk-muluk. Cukup menguasai 1% pasar saja, Anda bisa mendapat 1,7 juta konsumen. Per konsumen melakukan purchase barang seharga Rp100 ribu, bayangkan berapa banyak omzet bisa Anda dapat di pembelian pertama.

Pertanyaannya sekarang: gimana cara eksekusinya?

Cara-Cara Memulai Bisnis Online, Langsung Eksekusi!

Sekarang sambil baca, coba ambil buku catatan Anda. Dalam bahasan cara memulai bisnis online berikut, kita akan buat sedikit corat-coret. Biar setelah baca ini, Anda bisa langsung eksekusi ide bisnis.

Mari mulai.

1. Berangkat dari Masalah

Gojek didirikan karena Nadiem Makarim sebel kesulitan cari ojek di tengah kemacetan Jakarta. Waktu itu doi berpikir, “Gimana caranya agar dia bisa dapat ojek dengan lebih mudah?”

Ternyata, masalah ini bukan cuma dialami Nadiem, tapi juga banyak orang. Karena masalah itulah, tercetuslah Gojek, moda transportasi online asli Indonesia pertama.

(Pak Nadiem lagi hangout bareng teman-teman Gojek, sumber: Bisnis.com)

Pak Nadiem kan kaya, lulusan Harvard, banyak investor lagi?!

Tenang, Kita tidak perlu jadi seperti pendiri Gojek. Semua orang kan punya jalan rezeki masing-masing?

Tapi jelas, membuat bisnis yang memecahkan masalah banyak orang tentu lebih baik, karena berarti produk kita banyak yang butuh.

2. Bisnis Tidak Harus Unik, Tapi Harus Valuable

Kalau baca biografi pengusaha sukses macam Steve Jobs, Bill Gates, Nadiem Makarim, Mark Zuckerberg, kita pasti paham bisnis yang mereka dirikan semuanya minim saingan.

Kompetitor Apple di seluruh dunia tidak mencapai 10 perusahaan. Gojek kalau di Indonesia kompetitor terberatnya cuma Grab. Kompetitor berat Facebook sebenarnya Instagram, tapi eh ternyata dibeli juga sama si Mark.

Apa kabar kita yang cuma ingin buka franchise boba depan rumah?

Tenang, bisnis yang sukses tidak harus unik, tapi harus valuable. Mari kita belajar dari Kopi Kenangan.

(Layout salah satu cafe Kopi Kenangan, sumber: Dokumentasi Kopi Kenangan)

Kopi Kenangan dan warung sebelah rumah sama-sama jualan kopi. Satu gelas kopi susu di Kopi Kenangan setara dengan 3-4 kopi di warkop. Tapi apa yang membuat Kopi Kenangan populer satu Indonesia?

Jawabannya: value. Kopi Kenangan menawarkan value lebih banyak dan membekas ke hati konsumen daripada warkop biasa.

Kopi di warkop biasa boleh saja enak dan bikin bugar. Tapi kopi di Kopi Kenangan bukan sekadar enak, melainkan juga punya packaging bagus dan banyak variasi rasa.

Selain itu, strategi desain tempatnya juga bagus, bikin konsumen (terutama yang masih milenial dan gen-Z) betah nongkrong di sana berlama-lama.

3. Tentukan Target Konsumen & Pahami Sifatnya

Sudah punya ide produk? Kalau sudah, coba bayangkan siapa saja yang ingin Anda jadikan target jualan.

Jangan takut mengambil niche konsumen sekecil apapun. Justru semakin spesifik niche-nya, semakin besar juga potensi produk Anda terjual laris. Karena niche biasanya masih minim kompetitor dan sifat produknya lebih terpersonalisasi.

(Ilustrasi perbandingan target pasar niche dengan general, sumber: Slideshare)

Tapi lebih detil tentang niche, cara riset, serta strategi marketingnya akan kita bahas nanti di bahasan lain, silakan ditunggu ya 🙂

Setelah menemukan niche terbaik untuk diserang, tentukan karakter konsumen di dalam niche tersebut.

Misalnya Anda ingin menyerang niche ibu-ibu sosialita penyuka arisan. Coba cari tahu bagaimana karakter niche tersebut, misalnya seperti ini:

Niche: Ibu-ibu sosialita penyuka arisan

Karakter:
- Kekinian
- Golongan ekonomi menengah ke atas
- Rutin ketemuan tiap minggu
- Suka beli barang tersier (perhiasan, asesoris, tas, sepatu, dan sebagainya)
- Menyukai benda yang elegan dan tampak mewah
- Suka nonton sinetron
- Konsumen loyal produk-produk kosmetik branded 

4. Buat Minimum Viable Product (MVP)

Setelah paham produk dan niche yang ingin diserang, langsung eksekusi! Buat produk sesuai niche pilihan Anda tadi. Tidak harus langsung sempurna, kok. Cukup bikin produk yang minimal “pantas” untuk dijual.

Di dunia bisnis online, produk seperti ini disebut Minimum Viable Product (MVP). Produk yang dibuat dengan konsep MVP akan lebih mudah penyempurnaannya, karena konsumen terlibat langsung dalam proses perbaikan.

Misalnya Anda membuat bisnis T-shirt desain custom. Untuk membuat MVP-nya, Anda tinggal produksi T-shirt pesanan pelanggan terlebih dulu. Setelah produk diterima, minta masukan ke pelanggan apa saja yang harus diperbaiki.

5. Belajar Hitung BEP Produk

BEP adalah Break Even Point; titik kesetimbangan produk dan harga, begini bentuknya:

(kurva Break Even Point, sumber: pribadi)

Eits, tapi itu versi ribetnya. Anda tidak perlu susah-susah memahami kurva di atas.

Versi gampangnya, Break Even Point adalah harga pokok penjualan, yang terbentuk dari biaya produksi barang per pcs. Kondisi BEP akan Anda alami saat usaha Anda tidak untung ataupun rugi, tapi balik modal saja.

Belajar menghitung BEP diperlukan guna menentukan berapa profit yang Anda inginkan. Misalnya nih, BEP per produk Anda sebesar Rp6,500 dan ingin dapat profit sebesar Rp3,500/produk. Itu artinya supaya tetap profit, Anda perlu menjual produk seharga Rp10,000/produk.

Rumus perhitungan BEP adalah sebagai berikut:

Break Even Point = (Total Biaya Produksi + Biaya Tenaga) X Kuantitas Barang
Harga Barang = Break Even Point + Margin Profit 

6. Kurang Modal? Nggak Usah Bikin Produk

Cara memulai bisnis dari nol berikutnya adalah nggak usah bikin produk.

Iya. Anda tidak salah baca.

Sebagian besar orang mengeluh tidak bisa buka bisnis online karena terkendala modal. Menurut saya, ini hanya excuse saja.

Sekarang coba ketik keyword ini di Google: daftar dropship.

Bisa dilihat, akan muncul sangat banyak rekomendasi situs reseller/dropship yang membuka pendaftaran resell produk. Anda tidak perlu produksi barang, tinggal promosikan saja.

Kalau punya skill bikin konten (desain, menulis, edit video), Anda bisa langsung buka jasa sendiri. Modalnya cukup perangkat produksi konten dan skill mumpuni.

7. Cari Obyek “Tester” yang Mau Bayar

Gimana? Sudah selesai menentukan ide produk, niche konsumen, MVP jadi, dan hitung BEP? Kalau sudah semuanya, sekarang cari obyek untuk mencoba produk yang sudah dibuat.

Di tahap ini, tidak usah muluk-muluk menentukan harga jual, yang penting BEP sama biaya tenaga terbayar. Pasarkan produk Anda ke koneksi dan lingkungan sekitar, terapkan strategi diskon agar orang-orang mau mencoba produk Anda.

8. Siapkan Media dan Konten Promosi

Selanjutnya setelah produk Anda lolos uji konsumen-konsumen awal (beta tester-lah kalau di game), Anda tinggal menyiapkan media dan konten promosi.

Pilih media sosial paling dekat dengan konsumen, dan buat konten terbaik sesuai usia dan kesukaan mereka.

Misalnya Tiktok, aplikasi user-generated content (UGC) paling banyak diunduh tahun 2019 sampai 2021 versi AppAnnie.

(Pertumbuhan Tiktok dalam lima tahun, sumber: AppAnnie)

Berdasarkan riset Business Of Apps, sebagian besar pengguna Tiktok berusia 14 sampai 29 tahun. Jika produk Anda menyasar target konsumen berusia 14 – 29 tahun, maka media promosi terbaiknya adalah Tiktok.

9. Terapkan Marketing Flywheel

Oke, karena kita sudah ada di tahap ini, sekarang saya anggap Anda sudah punya produk mapan dengan beberapa konsumen. Nah, ada satu cara agar konsumen-konsumen ini tidak lari, bahkan bisa menyeret konsumen-konsumen baru.

Nama tekniknya adalah Marketing Flywheel, teknik mempertahankan konsumen dengan tiga cara, yaitu attract (menarik), engage (memikat hati), dan delight (memberi kejutan menyenangkan).

(Ilustrasi Marketing Flywheel, sumber: Hubspot)

Contoh penerapan Marketing Flywheel misalnya seperti ini:

  • Tahap Attract = Anda memikat calon konsumen dengan iklan menarik hati
  • Tahap Engage = konsumen mulai memakai produk/pelayanan, dan di fase ini, Anda berkomunikasi dengan mereka secara intens
  • Tahap Delight =  konsumen mendekati akhir konsumsi produk/pelayanan. Supaya mereka merasa spesial, Anda memberikan hadiah kejutan bagi setiap pembelian ulang yang mereka lakukan.

Teknik ini adalah teknik marketing kekinian terbaik yang akan membuat konsumen tidak bisa lepas dari pengaruh Anda.

Konsumen yang terkena efek Flywheel akan memiliki kedekatan emosional lebih dengan Anda dan produk yang mereka gunakan.

10. GAS! Rebutan Market Online Dimulai!

Akhirnya kita sampai di langkah terakhir cara memulai bisnis online dari nol. Akan tetapi, strategi yang terbaik adalah strategi yang dilakukan, bukan dibayangkan saja.

Meski memulai bisnis online lebih mudah dilakukan, Anda tidak bisa menyepelekan kompetitor begitu saja. Justru karena mudah itu, akan ada lebih banyak orang terjun menjadi pebisnis online seperti Anda.

Supaya alat perangnya lengkap, ada beberapa tools yang dapat Anda pakai untuk mengawasi pasar dan pergerakan kompetitor, yaitu:

  • SpyFu, untuk mengawasi pergerakan SEO kompetitor
  • Socialblade, untuk mengawasi pertumbuhan medsos kompetitor
  • FB Ads Library, untuk meneliti iklan dari kompetitor
  • Similar Web, untuk membandingkan bisnis kita dengan bisnis sejenis

Sebenarnya masih banyak tools yang bisa Anda gunakan untuk memenangkan persaingan bisnis online. Tapi bahasannya saya taruh di sini ya: Tools Wajib Pebisnis Online: Dari Tools Konten, Analisa, sampai Iklan.

Bagaimana, sudah puas dengan panduan bisnis online dari Saungwriter?

Jangan puas dulu dong! Masih banyak ilmu bisnis online perlu Anda pelajari. Apalagi kalau Anda ingin benar-benar sukses dengan memanfaatkan digital marketing.

Khusus buat Anda yang sudah khatam panduan ini, Anda bisa mulai mempelajari panduan-panduan lainnya berikut ini:

  • Skill yang Wajib Dimiliki Pebisnis Online + Cara Belajarnya
  • Panduan Social Media Marketing Untuk Pemula
  • Strategi-Strategi Marketing Efektif Agar Banjir Traffic
  • Content Marketing: Memenangkan Konsumen Dengan Konten
  • Business Model Canvas: Biar Rencana Bisnis Anda Tidak Amburadul
  • Contoh Ide Bisnis Online + Simulasi Business Model Canvas
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter

2 pemikiran pada “Cara Memulai Bisnis Online Dari Nol: Strategi Sukses 2021”

Tinggalkan komentar

1 × 2 =

Artikel Terkait

Paket Saungwriter

Paket Artikel SEO

Paket Artikel Berita

Paket Update Blog

Paket Riset Keyword

Kebutuhan Spesifik

Posting Blog

Landing Page

Press Release

Naskah Video

Desk Produk

Teks Iklan

Halaman Web

Uraian Tugas

Penerjemah

Ebook

Penulis Teknis

Company Profile

Opini

Pendidikan

Ilmiah

Kreatif