Cara Riset Keyword

Salah satu kunci penting optimasi SEO dalam penulisan artikel website adalah keyword. Kata kunci ini menjadi frasa yang audiens butuhkan saat mencari informasi di Google atau search engine lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan para pencari informasi tersebut maka diperlukan riset keyword.

Tujuan riset keyword adalah untuk menemukan kata kunci yang paling tepat untuk dituliskan dalam suatu artikel website. Sehingga ketika para pengguna internet menuliskan kata kunci di halaman pencarian, maka website tersebut akan mudah terdeteksi oleh Google.

Keyword dapat meningkatkan peluang website untuk masuk ke peringkat atas halaman pertama Google. Performa suatu blog atau website di hasil pencarian search engine sangatlah dipengaruhi oleh pemilihan kata kunci atau keyword yang tepat.

Setiap penulis blog atau website harus memahami bagaimana menemukan kata kunci yang tepat agar suatu artikel bisa SEO-friendly. Karena artikel yang menduduki peringkat atas halaman pertama Google akan mendapatkan banyak keuntungan.

Kurang lebih 30% klik akan didapat jika posisi suatu artikel perada di urutan pertama, 15% klik untuk artikel posisi kedua, dan 10% klik untuk artikel posisi ketiga. Tak heran jika para klien atau pemilik website benar-benar mengejar rank atas halaman pencarian.

Suatu penelitian menunjukkan bahwa kurang lebih 75% pencari informasi di internet hanya membuka artikel yang terdapat di halaman pertama Google. Seorang penulis artikel profesional tentu harus mengetahui bagaimana suatu kata kunci bisa mengantarkan artikel berada di halaman pertama.

Tidak cukup hanya menuliskan kata kunci yang populer saja, Anda juga harus memahami bagaimana peta persaingan keyword tersebut. Anda dapat mengetahuinya melalui riset atau analisa terhadap artikel yang sering bertengger di halaman pertama hasil pencarian.

Pengertian Keyword dan Riset Keyword

Pengertian Keyword dan Riset Keyword

Riset keyword menjadi salah satu skill atau keahlian yang harus dimiliki oleh seorang penulis artikel. Keyword atau kata kunci sendiri artinya adalah kata-kata yang biasa ditulis atau diketik oleh pengguna internet saat mencari informasi di halaman pencarian search engine. Baik melalui Google, YouTube, Bing, Yahoo, dan lain sebagainya.

Sedangkan riset keyword adalah suatu proses yang dilakukan untuk menganalisa dan mencari tahu kata-kata apa yang sering diketik audiens di search engine. Melalui riset keyword Anda akan mengetahui berapa banyak jumlah pengguna yang mengetik suatu keyword dan keyword turunan terhadap suatu topik.

Keyword dapat berupa frasa satu kata maupun susunan beberapa kata yang panjang. Agar konten dalam suatu blog atau website bisa tepat sasaran, maka keyword yang digunakan menjadi sangat penting untuk diperhatikan.  Keyword sendiri terbagi ke dalam beberapa kategori sebagai berikut:

Jenis Keyword Berdasarkan Jumlah Kata

Keyword kategori ini merupakan jenis kata kunci yang dibedakan berdasarkan jumlah kata.

1. Short Tail Keyword

Jenis kata kunci ini merupakan kata kunci utama yang menjadi target pencarian saat mencari informasi di search engine. Short tail keyword biasanya menjadi inti dari informasi yang akan dicari dan hanya terdiri dari satu hingga dua kata saja. Contoh:

perdagangan bebas
perabotan murah
globalisasi
global warming

Keyword jenis ini memiliki kelebihan karena jumlah pencariannya sangat besar. Namun, tantangannya pun semakin besar karena persaingannya semakin ketat.

Selain itu, kemungkinan untuk muncul di halaman pertama pun cukup kecil. Sedangkan bagi audiens, keyword short tail pada umumnya menampilkan hasil yang kurang relevan dengan kebutuhan pengguna

2. Long Tail Keyword

Long tail keyword merupakan jenis kata kunci yang terdiri lebih dari 3 kata dan dikenal sebagai kata turunan dari sebuah kata kunci pendek atau short tail. Contoh:

pengertian perdagangan bebas dunia
perabotan murah di Jakarta
dampak globalisasi terhadap perekonomian dunia
pengertian global warming dan dampaknya

Keyword long tail dinilai memiliki lebih banyak kelebihan karena bisa membidik beberapa kata kunci sekaligus. Hal ini menyebabkan peluang suatu artikel untuk muncul saat audiens mengetik keyword dengan kata kunci yang berbeda pun semakin besar.

Bagi para blogger pemula, kata kunci ini juga dapat membantu blog baru untuk bersaing dengan blog lain yang lebih besar. Kata kunci jenis ini juga cenderung lebih mudah ditemukan oleh search engine.

Hal ini dikarenakan kata kunci long tail lebih spesifik dan terbidik sesuai dengan target informasi yang diinginkan. Sehingga situs yang muncul di laman pencarian biasanya mengandung konten-konten yang detail dan bermanfaat.

Jenis Keyword Berdasarkan Waktu

Beberapa kata kunci bisa memberikan dampak yang besar terhadap traffic view blog dalam waktu-waktu tertentu. Keyword jenis ini dibedakan berdasarkan dampak terhadap traffic view blog dalam batas waktu tertentu.

1. Keyword Musiman

Keyword musiman merupakan jenis keyword yang sering digunakan saat momen-momen tertentu saja. Momen tersebut tidak terjadi setiap hari dan pada umumnya audiens mencari informasi saat momen itu terjadi saja. Setelah momen tersebut lewat, sudah jarang audiens yang menggunakan keyword tersebut lagi. Contoh:

juara Liga Champion 2019
juara Sea Games 2019 cabang renang
promo baju murah akhir tahun 2019

2. Keyword Abadi

Keyword abadi merupakan jenis kata kunci yang tidak terbatas pada momen atau waktu tertentu. Kata kunci ini paling banyak digunakan oleh para audiens karena sifatnya yang memberikan informasi. Meskipun konten dalam blog tersebut sudah ditulis lama, konten tersebut akan tetap eksis dan selalu dibutuhkan. Contoh:

cara mengatasi demam tinggi
cara menanam pisang di pekarangan rumah
cara memelihara ikan hias di akuarium

Jenis Keyword Berdasarkan Pemirsa

Keyword jenis ini dikategorikan berdasarkan tingkat kebutuhan pengguna atau audiens dan manfaat yang akan didapatkan.

1. Keyword Umum

Keyword jenis ini merupakan jenis kata kunci yang paling sering digunakan karena dapat menjangkau semua golongan pemirsa. Konten yang menggunakan kata kunci jenis ini biasanya berupa konten yang memberikan informasi yang umum yang dibutuhkan audiens. Contoh:

cara belajar bahasa Inggris
cara mengobati luka bakar
pengertian modernisasi

2. Keyword Khusus

Kata kunci jenis ini memiliki target pengunjung khusus dan biasanya konten yang ada hanya memberikan informasi yang dibutuhkan oleh pengguna saja. Sebagai contoh, kata kunci “cara meningkatkan omzet di instagram” akan dicari informasinya oleh orang-orang yang terjun di bidang bisnis online.

Jenis Keyword Berdasarkan Fungsinya

Kata kunci yang dikategorikan dalam jenis ini merupakan keyword yang memiliki suatu fungsi atau tujuan untuk artikel tersebut.

1. Keyword Utama

Keyword utama merupakan jenis kata kunci yang menjadi inti dari artikel yang akan dibahas. Kata kunci jenis ini biasanya hanya terdiri dari 2 hingga 3 kata yang masih bisa dikembangkan dalam bentuk keyword turunan.

Idealnya keyword utama harus dicantumkan pada judul, paragraf awal, dan paragraf akhir. Tujuannya agar mudah terdeteksi oleh sistem pencarian di Google ketika audiens mengetikkan kata kunci utama yang ditulis dalam artikel tersebut.

2. Latent Semantic Indexing (LSI)

LSI keyword dikenal sebagai kata kunci yang sangat berpengaruh terhadap algoritma Google untuk menentukan sistem ranking di SERP. SERP sendiri merupakan singkatan dari Search Engine Result Page yang memiliki fungsi untuk mengukur kualitas blog terhadap blog-blog lainnya.

Google dapat menentukan situs mana saja yang layak masuk peringkat atas halaman pencarian melalui SERP. LSI keyword berkaitan erat dengan keyword utama dan sering disebut juga sebagai sinonim atau persamaan kata dari keyword utama.

Selain itu, LSI keyword juga dapat memetakan dan menghubungkan antar keyword baik yang berhubungan langsung maupun tidak langsung.

Sebagai contoh, jika Anda mengetikkan kata kunci “globalisasi” maka akan muncul topik-topik yang berkaitan dengan kata kunci tersebut. Di antaranya adalah frasa pengertian globalisasi, dampak globalisasi, artikel westernisasi, arti modernisasi, penyebab globalisasi, dan lain sebagainya. Frasa tersebut bisa dicantumkan sebagai LSI keyword dalam sebuah artikel.

Dengan LSI keyword Google dapat berfokus pada arti dari setiap kata yang ada kaitannya dengan kata-kata lain yang masih saling berhubungan. Sistem ini disebut dengan semantik atau semasiologi. Tujuannya adalah agar konten-konten berkualitas rendah dengan keyword yang tidak relevan dengan isi dapat dihalau.

Jenis Keyword Berdasarkan Search Intent

Keyword jenis ini dikategorikan berdasarkan alasan seseorang melakukan pencarian informasi di search engine baik melalui Google maupun search engine lainnya.

1. Navigational Keyword

Kata kunci jenis ini merupakan keyword yang digunakan saat mencari informasi untuk mengunjungi web tertentu. Sehingga pada umumnya keyword ini akan mengarahkan langsung ke website yang ingin dituju dan lebih baik dihindari untuk dicantumkan dalam artikel.

Contoh: internet banking BNI, berita terbaru detik.com, kaskus bisnis, dan lain sebagainya.

2. Informational Keyword

Sesuai dengan namanya, keyword ini digunakan untuk mencari informasi tentang suatu hal. Keyword jenis ini sangat ideal untuk digunakan karena bisa memancing sistem di Google untuk mendeteksi website saat audiens melakukan pencarian.

Contoh: tempat wisata di Bali, tutorial menanam bonsai, tips merawat wajah, dan lain sebagainya.  

3. Commercial Investigation Keyword

Kata kunci jenis ini biasanya digunakan untuk mencari informasi tentang suatu produk barang atau jasa sebelum melakukan keputusan pembelian. Audiens biasanya hanya menggunakannya untuk mencari informasi perbandingan harga, tempat, dan spesifikasi lainnya.

Contoh: kamera di bawah 5 juta, hotel murah di Bali, laptop paling murah 2019, dan lain sebagainya.

4. Buying Keyword

Jenis kata kunci ini disebut juga sebagai commercial/transactional keyword. Kata kunci ini digunakan oleh pengguna yang memang sudah ada niatan untuk membeli maupun melakukan tindakan tertentu. Buying keyword juga dinilai sangat menguntungkan karena dapat menggiring pengunjung untuk melakukan pembelian.

Contoh: sewa dekor pernikahan di Jakarta, jasa arsitek murah di Bandung, diskon iPhone, dan lain sebagainya.

Manfaat Riset Keyword

Cara Riset Keyword 1

Melakukan analisa atau riset terhadap kata kunci yang akan ditulis dalam suatu artikel tentu memiliki tujuan. Berikut ini beberapa tujuan dan manfaat yang bisa diperoleh dengan melakukan riset keyword sebelum menulis artikel SEO, di antaranya:

  • Mengetahui topik atau tema apa saja yang banyak dicari audiens di mesin pencari yang berkaitan dengan blog yang dimiliki.
  • Mencari tahu keyword potensial apa saja yang bisa mendatangkan pengunjung ke blog sehingga dapat meningkatkan traffic view dan calon client.
  • Mengetahui berapa jumlah audiens yang menggunakan suatu keyword saat melakukan pencarian di Google.
  • Menentukan dan menyusun prioritas dari beberapa pilihan kata kunci untuk dijadikan keyword utama.
  • Membantu penulis dalam membuat rancangan tulisan dengan berbagai ide atau topik yang didapat melalui riset keyword.
  • Pola kerja lebih terstruktur karena bisa menyusun skala prioritas dari keyword yang potensial dan membuat kerangka karangan jadi lebih mudah.
  • Meningkatkan peluang pengunjung yang datang agar website dapat muncul di halaman pertama search engine.  

Dengan melakukan riset keyword sebelum menulis artikel, Anda akan terbantu dalam banyak hal selama proses penulisan. Algoritma Google yang terus-menerus berubah menjadi tantangan tersendiri bagi setiap penulis artikel untuk selalu update dan melakukan riset.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Saat Riset Keyword

 Diperhatikan Saat Riset Keyword
Diverse people working at an office

Saat melakukan riset keyword untuk membuat konten artikel sebuah blog atau website ada beberapa hal penting yang harus Anda perhatikan. Beberapa hal di bawah ini akan sangat membantu Anda dalam mendalami keyword saat melakukan riset, di antaranya:

1. Volume Pencarian (Search Volume)

Jumlah atau banyaknya suatu kata kunci yang dicari Google pada kurun waktu tertentu dikenal sebagai volume pencarian. Search volume ini biasanya akan dimunculkan oleh keyword tool dengan menampilkan pencarian kata kunci dalam kurun satu bulan terakhir.

Search volume ini akan muncul dalam bentuk angka. Sebagai contoh keyword “pengertian globalisasi” menunjukkan angka 110.000. Artinya, keyword telah dicari sebanyak 110.000 oleh para audiens dalam kurun waktu satu bulan di Google.

2. Keyword Density

Keyword density merupakan kepadatan atau berapa kali jumlah kata kunci yang disebutkan dalam suatu konten artikel. Penentuan keyword density dihitung dari perbandingan antara jumlah kata dengan jumlah keyword yang muncul.

Sebagai contoh suatu artikel memiliki 1000 kata dengan keyword “globalisasi” yang muncul sebanyak 2x. Maka besaran keyword density untuk kata kunci “globalisasi” adalah 2%. Idealnya suatu keyword density berkisar antara 2 – 3% agar tidak terdeteksi sebagai spam oleh Google atau dikenal dengan istilah density penalti.

3. Tingkat Kesulitan Keyword (Keyword Difficulty)

Seperti namanya, keyword difficulty merupakan tingkat kesulitan yang dimiliki sebuah keyword untuk bisa berada di halaman pertama search engine. Untuk mengetahui berapa besar tingkat kesulitan suatu kata kunci, Anda bisa menggunakan keyword tool.

Suatu keyword difficulty digambarkan dengan skala angka 0 – 100. Suatu kata kunci dikatakan sulit untuk meraih peringkat pertama halaman pencarian jika angka keyword difficulty semakin tinggi. Semakin besar angkanya juga menunjukkan semakin banyak kebutuhan akan backlink yang harus ada dalam artikel tersebut.

4. Saran Kata Kunci (Keyword Suggestion)

Keyword suggestion memiliki pengertian sebagai kata kunci yang disarankan yang berhubungan dengan kata kunci yang sedang dicari. Pada umumnya keyword tool akan memberikan saran secara otomatis dalam bentuk long tail keyword.

Sebagai contoh, ketika mengetikkan kata kunci “resep ayam” maka akan muncul beberapa saran keyword lainnya. Kata kunci yang disarankan seperti “resep ayam gulai”, “resep ayam goreng”, resep ayam pedas manis, dan lain sebagainya.

5. SERP (Search Engine Result Page)

Saat mengetikkan suatu kata kunci di halaman pencarian, maka akan muncul situs-situs yang disarankan dan menduduki peringkat atas. Laman-laman tersebut merupakan Search Engine Result Page.

Jika riset keyword Anda berhasil dan artikel yang dibuat SEO friendly, maka besar kemungkinan website tersebut akan masuk peringkat atas SERP.

Cara Melakukan Riset Keyword

Cara Riset Keyword 2

Sama halnya ketika hendak memulai suatu bisnis, maka analisa dan riset terhadap pasar sangatlah penting untuk dilakukan. Anda bisa melakukan cara-cara berikut untuk riset keyword agar mendapatkan hasil yang maksimal, di antaranya:

Menentukan Niche Website

Niche bisa diartikan sebagai topik yang akan dibahas pada konten suatu website. Dengan menentukan topik terlebih dahulu, langkah riset keyword pun akan lebih mudah, terstruktur, tidak loncat-loncat, dan memiliki perencanaan yang matang.

Selain niche, dikenal juga istilah micro niche atau sub niche dengan merujuk topik yang lebih sempit lagi. Contoh: niche suatu website adalah kesehatan, maka sub niche dari topik website tersebut bisa tentang cara mengobati luka, cara hidup sehat, makanan bergizi, dan lain sebagainya.

Memilih niche untuk website akan membuat Anda lebih terfokus dan lebih mudah dalam mengembangkan relevansi topik di website dengan baik. Jika Anda ingin membuat website sendiri, tentukan yang sesuai passion dan minat Anda agar lebih mudah dalam mengembangkan informasi pembahasan.

Melakukan Brainstorming

Brainstorming atau berpikir tentang topik dan kata kunci apa yang biasanya pengunjung cari merupakan langkah pertama yang harus dilakukan.

Beberapa klien akan memberikan keyword secara langsung. Namun, adapula pemilik website yang hanya memberikan informasi mentah saja dan mengharuskan penulis untuk mencari keyword sendiri.

Dalam menentukan kata kunci, Anda harus menghubungkannya dengan topik atau niche dari suatu website. Sebagai contoh, saat klien meminta Anda untuk menulis artikel dengan tema “tempat wisata”, Anda bisa memikirkan beberapa keyword potensial seperti berikut ini:

tempat wisata murah di Jogja
tempat wisata pantai di Bali
tempat wisata candi di Jogja
tempat wisata alam di Bogor
tempat wisata sejarah di Jakarta

Saat menemukan ide-ide keyword tersebut maka langsung catat di form khusus yang telah Anda buat agar lebih mudah untuk mengontrolnya saat menulis. Proses brainstorming ini menjadi langkah awal untuk mencari ide kata kunci yang sesuai dengan konten yang akan ditulis.

Menggunakan Keyword Tools

Perkembangan teknologi yang semakin maju dan meningkatnya jumlah pengguna internet, kebutuhan akan konten blog atau website pun semakin tinggi. Untuk membantu para penulis agar bisa membuat konten yang sesuai dengan kebutuhan audiens, kini tersedia beberapa keyword tools.

Keyword tools ini sangat bermanfaat dan memudahkan Anda dalam menentukan keyword. Berikut ini beberapa keyword tools yang sangat direkomendasikan untuk Anda gunakan, di antaranya:

1. Google Keyword Planner

Google Keyword Planner merupakan salah satu keyword tools yang disediakan oleh Google secara gratis. Pada dasarnya tools ini disediakan untuk para pengiklan yang menggunakan Google AdWords. Namun, tools ini juga dapat digunakan sebagai alat riset untuk kebutuhan konten website.

Cara menggunakan tools ini sangatlah mudah, berikut ini langkah-langkahnya:

  • Buka halaman www.ads.google.com
  • Login menggunakan kaun gmail
  • Pilih dan klik Create an account without a campaign dan biarkan default untuk langkah selanjutnya
  • Pilih dan klik Submit
  • Pilih dan klik Tools untuk membuka menu Google keyword planner
  • Pilih find new keywords atau get search volume and forecasts untuk mencari keyword yang relevan dengan kebutuhan Anda
Riset Keyword Google Keyword Planner

Hasil riset keyword dengan menggunakan Google keyword planner bisa dilihat pada gambar berikut ini.

Google Keyword Planner Riset

Untuk bisa melihat keyword dari website lain, Anda juga bisa menggunakan keyword tool Google Keyword Planner ini. Cara yang satu ini terbilang sangat mudah dan cukup efektif untuk melakukan riset keyword. Anda bisa dengan cepat melihat berbagai keyword yang ditulis dalam suatu konten website.

Cara untuk melihat keyword dari website lain menggunakan Google Keyword Planner adalah sebagai berikut:

  • Pilih kata kunci yang akan dianalisa
  • Ketikkan kata kunci tersebut melalui halaman pencarian Google
  • Buka website yang muncul di halaman pertama Google dan pilih salah satu blog tersebut
  • Copy-paste URL website dan masukkan ke kolom riset Google Keyword Planner
  • Unduh hasil dari Google Keyword Planner dan akan muncul hasil dari keyword yang dituliskan dalam URL tersebut.
Google Keyword Planner SEO

2. Ubersuggest / Neilpatel

Keyword tool yang satu ini bisa digunakan secara gratis dan tool ini dimiliki oleh Neil Patel seorang digital marketer ternama. Cara menggunakannya pun cukup mudah dan Anda cukup mengaksesnya melalui www.neilpatel.com lalu ikuti langkah-langkah yang terdapat di dalamnya.

Langkah pertama adalah mengetik keyword yang diinginkan untuk dianalisa lalu pilih dan klik Search. Setelah itu Ubersuggest akan memberikan informasi terkait keyword difficulty, keyword suggestion, dan search volume. Gambar berikut ini adalah contoh bagaimana informasi tersebut ditampilkan.

Riset Keyword Neilpatel
Riset Keyword Neilpatel Terbaru

Keyword tool ini juga bisa digunakan untuk melihat keyword dari website lain dengan menyalin link URL dari website yang Anda pilih. Pada bagian ini Anda bisa melihat 2 hal penting yang ditampilkan oleh keyword tool ini, yaitu:

  • Top SEO Pages berupa artikel apa saja yang mendatangkan pengunjung terbesar ke website tersebut.
  • SEO keyword berupa kata kunci apa saja yang di-ranking oleh website yang dipilih.

3. Google Trends

Layanan Google Trends ini bisa diakses secara gratis dan memiliki beberapa kelebihan. Anda dapat mengatur kata kunci yang akan dicari sesuai dengan wilayah negara yang ditargetkan. Langkah-langkahnya bisa dilihat pada gambar dan detail berikut ini:

  • Buka situs www.trends.google.co.id
  • Masukkan kata kunci yang akan di-riset atau dianalisa
  • Pilih jangka waktu dan Anda dapat mengubahnya sesuai kebutuhan
Riset Google trend
Riset Google trend terbaru

Setelah grafik muncul, agar lebih maksimal dalam melakukan analisa keyword maka tips berikut ini bisa membantu, di antaranya:

  • Tips saat mengamati hasil analisa dari keyword tool ini adalah hindari kata kunci yang grafiknya menurun hingga ke bawah garis 25. Keyword yang relatif stabil merupakan keyword yang memiliki volume pencarian di atas garis 50.
  • Pada menu Related Queries akan muncul keyword yang populer pada 90 hari terakhir. Pilih dan klik menu Rising dan ganti ke menu Top untuk mendapatkan data keyword yang stabil selama 3 bulan terakhir.
  • Pada menu Related Topics akan muncul topik yang dianggap berkaitan dengan kata kunci yang Anda ketikkan. Kata kunci yang stabil dalam pencarian selama 90 hari terakhir dapat ditampilkan melalui menu Top.
  • Manfaatkan menu Trending Searches untuk melihat keyword apa saja yang sedang trending dalam satu hari.

Grafik pergerakan keyword mulai dari satu jam terakhir hingga lima tahun terakhir juga tersedia pada keyword tool ini. Popularitas suatu keyword pun dapat mudah diketahui dan tool ini juga memberikan saran long tail keyword yang berkaitan secara real time.

Dengan menggunakan keyword tool ini Anda juga bisa melihat beberapa hal penting seperti berikut:

  • Naik turunnya trend pencarian dari suatu keyword
  • Data keyword yang sedang populer saat ini dan pada waktu tertentu
  • Keyword yang pencariannya di Google tetap stabil sepanjang tahun atau hanya momen tertentu saja

4. AnswerThePublic

Jika Anda ingin melakukan riset keyword untuk artikel bahasa Inggris, maka keyword tool satu ini sangat cocok untuk digunakan. Anda bahkan bisa mengunduh hasil riset dalam bentuk file excel melalui menu Download CSVLangkah-langkahnya cukup mudah, yaitu:

  • Buka situs www.answerthepublic.com
  • Masukkan kata kunci yang ingin dianalisa
  • Pilih dan klik tombol Get Questions dan tunggu hasilnya
AnswerThePublic Riset Keyword
AnswerThePublic Riset Terbaru

Data-data keyword dalam bahasa Inggris akan lebih banyak muncul karena database untuk bahasa Indonesia masih sedikit.

5. KWFinder

Keyword tool yang satu ini juga memberikan informasi tentang search volume, SERP, dan keyword difficulty. Sayangnya Anda tidak bisa menggunakan KWFinder dengan gratis sepenuhnya.

Untuk percobaan dua kata kunci masih bisa secara gratis, namun setelahnya Anda harus melakukan pembelian. Tersedia 3 paket premium yang dapat melakukan riset mulai dari 100 hingga 1200 kali pencarian per 24 jam.

KW finder riset keyword

6. Keyword Everywhere

Keyword Everywhere merupakan salah satu tool yang sangat direkomendasikan untuk riset keyword. Dulunya tool ini bisa digunakan secara gratis sepenuhnya namun kini harus berbayar untuk mendapatkan hasil pencarian yang lebih maksimal.

Tool ini sangat memudahkan karena bisa digunakan dengan menginstall extension pada browser. Anda cukup mengunduhnya melalui www.keywordeveryhwere.com dan ikuti langkah-langkahnya yang sudah secara detail dijelaskan dalam situs tersebut.

Berbagai ide kata kunci bisa dengan mudah Anda temukan di sini dan bahkan tool ini bisa memberikan informasi seperti search volume. Informasi data dalam search volume bisa didapatkan dalam waktu rata-rata selama 12 bulan terakhir.

Selain itu, tesedia pula informasi mengenai biaya estimasi PPC Google Adword sebagai gambaran untuk para pengiklan. Bahkan data kompetisi iklan Google Adword juga tersedia untuk membantu mengukur tingkat kelayakan keyword yang diiklankan.

Keyword Everywhere Riset

Masih banyak lagi keyword tools lainnya yang sering digunakan oleh para penulis konten. Beberapa tools tersebut seperti Lsigraph, Seocentro, keywordtool.io, keyowrdshitter, dan lain sebagainya.

Data-data yang diberikan oleh keyword tools tersebut merupakan data yang akurat sehingga tidak perlu diragukan lagi kredibilitasnya. Setiap keyword tools di atas tentu memiliki kekurangan dan kelebihan. Tinggal bagaimana Anda memilih keyword tool terbaik yang sesuai dengan kebutuhan dan budget.

Tips dan Cara Memilih Keyword

Tips dan Cara Memilih Keyword

Setelah mengetahui data-data keyword populer melalui cara-cara di atas, langkah selanjutnya yang tidak kalah penting adalah memilih keyword. Karena tidak mungkin semua keyword yang muncul akan ditulis dalam artikel.

Berikut ini cara memilih keyword agar hasil tulisan konten Anda bisa lebih maksimal, di antaranya:

1. Filter Keyword

Setelah data-data keyword telah didapatkan dan dikumpulkan dalam satu file excel, langkah selanjutnya adalah menyaring atau melakukan filter keyword. Berikut ini langkah-langkahya:

  • Hapus keyword yang dobel atau duplicate.
  • Blok semua isi file dengan Ctrl + A, lalu klik Data.
  • Pilih dan klik remove duplicate dengan ceklis di bagian keyword saja lalu klik OK.
  • Buat kolom baru untuk menghitung jumlah kata.
  • Pilih keyword utama dan filter keyword yang volume pencariannya di atas 5000. Caranya klik menu drop down pada kolom Search Volume à numbers filter à greater than or equal to à isi dengan angka 5000.
  • Lakukan hal yang sama pada kolom jumlah kata dan search difficulty sesuai dengan kebutuhan. Contoh, filter berdasarkan jumlah kata di atas 4 dan search difficulty di bawah 20.
  • Urutkan dari angka terbesar pada kolom search volume dan jumlah kata. Sedangkan untuk kolom search difficulty urutkan dari yang paling terkecil.

Catatan penting:

  • Keyword yang memiliki arti dan kategori yang sama bisa disatukan dalam satu kelompok.
  • Utamakan menggunakan search volume terbesar sebagai kata kunci utama dan sisanya sebagai bahan tambahan artikel.
  • Parameter filter untuk setiap kolom bisa disesuaikan menurut kebutuhan.
  • Kelompokkan keyword berdasarkan jenisnya dan hindari keyword jenis navigational.

2. Memvalidasi Keyword Pilihan

Setelah keyword dipilih, langkah selanjutnya adalah memvalidasi keyword tersebut di halaman pencarian. Sehingga Anda dapat melihat langsung apakah keyword yang sudah dipilih layak atau tidak untuk dikerjakan. Caranya adalah sebagai berikut:

  • Salin kata kunci yang telah dipilih
  • Paste pada halaman search di Google
  • Perhatikan hasil yang muncul di halaman pencarian yang menggambarkan apa yang sebenarnya dicari oleh para audiens di internet
  • Hindari keyword yang hasil pencariannya berupa Instand Answer Box (fitur yang memberi jawaban langsung untuk suatu pertanyaan) seperti gambar berikut ini

3. Kumpulkan Keyword Tambahan

Keyword tambahan memiliki fungsi untuk memfokuskan kata kunci yang ditulis pada hal atau subpoin yang lebih spesifik. Tujuannya agar artikel yang dibuat lebih lengkap, lebih detail, lebih kaya informasi, dan dapat memenuhi kebutuhan pengunjung secara penuh.

Cara untuk mendapatkan keyword tambahan ini cukup mudah yaitu dengan mengumpulkan search suggestion dan related search di Google. Anda cukup menuliskan kata kunci di laman search Google dan perhatikan gambar berikut ini.

Kumpulkan Keyword Tambahan
Cara Riset Keyword 3

Selain melakukan cara-cara di atas, tips-tips berikut ini bisa menjadi tambahan referensi agar tulisan konten Anda lebih maksimal. Berikut beberapa di antaranya:

  • Cari keyword dengan persaingan rendah agar lebih mudah mendapatkan peringkat pertama di Google.
  • Perhatikan jumlah orang yang mencari informasi dengan suatu keyword tertentu.
  • Gunakan keyword tools sesuai kebutuhan.  

Dengan menggunakan cara-cara di atas, Anda dapat dengan mudah melakukan riset keyword dan menentukan kata kunci yang paling tepat untuk artikel Anda. Jangan lupa untuk selalu melakukan riset keyword terlebih dahulu agar artikel yang Anda buat bisa lebih berkualitas.

Baca juga:

Melakukan riset keyword mungkin terkesan ribet dan panjang. Namun, Anda tidak harus memilih semua cara di atas untuk melakukan riset. Pilih cara yang paling relevan dan sesuai dengan kebutuhan Anda.

Satu pemikiran pada “Cara Riset Keyword”

  1. Terimakasih untuk artikel yang di share sangat membantu, akan saya coba terapkan untuk lebih mengembangkan bisnis saya.

    Balas

Tinggalkan komentar