8 Kesalahan HRD yang Bisa Menyebabkan Kerugian

Saungwriter.com – Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam perusahaan HRD memegang peranan penting sebagai jembatan antara pemimpin tinggi dengan beberapa karyawan di bawahnya. Untuk itu seorang HRD dituntut seminimal mungkin melakukan kesalahan, tapi bagaimana kalau ternyata ada beberapa kesalahan HRD yang baik sengaja ataupun tidak dilakukan, tentu hal tersebut ada baiknya segera dihindari.

Meskipun seorang HRD juga merupakan manusia biasa sehingga maklum saja apabila mereka kesalahan. Tapi ada baiknya apabila kamu melihat tanda kesalahan HRD yang seperti di bawah ini, maka segera ambil tindakan karena jika tidak bisa menyebabkan kerugian.

1. Bersifat Seenaknya Sendiri

Karena merasa memiliki jabatan yang penting, yakni jembatan penghubung sekaligus gerbang depan bagi calon karyawan baru bukan berarti  HRD bisabersifat seenaknya. Bayangkan jika HRD ini memiliki sifat yang tidak bertanggung jawab sama sekali, dan sangat sombong.

Saat ditegur oleh karyawan lain, maka HRD ini justru akan bersifat lebih galak tanpa mau berkaca apa kesalahan yang sudah dia perbuat. Intinya sifat seenaknya ini akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi banyak pihak, termasuk kamu.

2. Mengabaikan Masukan Dari Karyawan

Permasalahan dalam suatu perusahaan itu merupakan hal yang wajar, tapi bayangkan ketika masalah tersebut sudah dilaporkan oleh karyawan dan HRD nya hanya diam saja. Tentu sangat menyebalkan dan malah membuat masalah menjadi berlarut-larut.

Apabila sifat HRD seperti ini ada di kantor kamu, maka lebih baik segera dibicarakan dengan pihak yang bersangkutan dan mungkin atasan yang ada. Dengan begitu, si HRD yang bersangkutan bisa menyadari bahwa apa yang dia perbuat ini salah dan bisa segera memperbaiki hal tersebut.

3. Menaikkan Gaji Tanpa Alasan yang Jelas

Mendapatkan kenaikan gaji sih bagi semua orang merupakan hal yang mengasyikan, tapi kalau tanpa alasan yang jelas dan hanya karyawan tertentu saja yang mendapatkannya sepertinya hal tersebut bisa menjadi perhatian khusus. Karena bisa jadi ada kesalahan yang dilakukan olehnya terkait hal ini.

Apalagi jika kenaikan gaji yang diberikan sifatnya sangat drastis, maka pasti yang akan dirugikan adalah perusahaan tempat kamu bekerja. Apabila perusahaan mengalami kerugian, yah pasti yang akan merasakan dampak buruknya kamu juga.

4. Proses Seleksi Karyawan Tidak Ketat

Kesalahan HRD selanjutnya terletak pada saat proses penerimaan karyawan baru, dan biasanya paling jarang disadari oleh beberapa orang di kantor. Pada proses penerimaan karyawan baru ini ada beberapa hal yang seharusnya menjadi penilaian, namun HRD hanya akan menilai dari proses interview saja.

Bagi yang belum mengetahui, proses penilaian hanya berdasarkan interview saja dinilai tidak terlalu efektif sebab banyak sekali individu yang bisa menipu dan terlihat sangat apik ketika interview. Itulah sebabnya mengapa menilai orang hanya berdasarkan interview semata merupakan kesalahan fatal HRD

5. Tindakan Disipliner Dilakukan Mendadak

Melakukan tindakan disipliner bagi karyawan yang tidak ingin menurut ataupun melakukan kesalahan, tentu bukan lagi hal yang baru dalam perusahaan dan memang merupakan tugas HRD. Tapi bayangkan jika tindakan disipliner ini dilakukan mendadak dan tanpa pemberitahuan sama sekali tentu akan mengganggu kegiatan operasional kantor.

Memang terkadang tindakan disipliner bisa dilakukan kapan saja, namun harus tetap melalui pemberitahuan dulu sebelumnya terhadap karyawan terkait. Apalagi dengan tindakan disipliner ini seperti yang dikatakan sebelumnya bisa mengganggu kegiatan operasional kantor sehari-hari.

6. Tidak Bisa Mendidik Karyawan

Bisa melakukan tindakan disipliner, mengatur-ngatur tapi tidak bisa memberikan bagaimana contoh yang baik dalam hal ini adalah kegiatan mendidik karyawan. Karena seharusnya HRD yang baik itu tidak hanya marah-marah saja, tapi juga mendidik karyawannya dengan memberikan contoh bagaimana seharusnya karyawan yang baik itu.

Dengan hanya bersifat arogan tanpa bisa mendidik karyawannya, maka itu merupakan kesalahan dari HRD yang harus segera disadari dan ditemukan solusinya. Karena jika dibiarkan belarut begitu saja bisa memberikan perasaan tidak nyaman pada karyawan yang ada di perusahaan.

7. Manajemen Training yang Tidak Sesuai Standar

Sebuah manajemen training yang baik tidak hanya berisi tentang pelatihan saja, tapi juga beberapa tugas yang bisa dikerjakan agar tugas tersebut sesuai dengan standar yang ada. Dengan begitu, diharapkan manajemen training ini bisa menghasilkan karyawan yang memiliki kemampuan manajerial yang baik.

Ada baiknya manajemen training ini sudah ada spesifikasinya tersendiri seperti bagian pemasaran, persediaan barang, dan sector lainnya. Apabila seorang HRD memberikan manajemen training tanpa mempertimbangkan beberapa hal diatas bahkan terkesan asal-asalan, maka hal tersebut perlu untuk diperhatikan lebih lanjut.

8. Tidak Berperan Sebagai Mediator

Sesuai dengan yang disinggung sebelumnya bahwa permasalahan dalam perusahaan merupakan hal yang biasa, begitu juga dengan perseteruan antara dua karyawan di dalam perusahaan. Meskipun begitu, hal ini tentu harus segera diselesaikan dan jangan dibiarkan berlarut.

Dalam hal ini tugas HRD lah hadir dan berperan sebagai mediator yang baik, istilahnya menjembatani dua orang yang cecok. Karena itulah jika HRD ini tidak mampu bertindak sebagai mediator yang baik, maka kredibilitas dari manajer ini tidak ada salahnya untuk dipertanyakan bahkan diragukan.

Baca juga:

Memang semua kesalahan HRD yang di bahas itu terkesan bukan sebuah kesalahan yang besar, dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Tapi jika kesalahan tersebut dibiarkan terus menerus tanpa ada satu tindakan pun untuk memperbaikinya, maka bukan tidak mungkin perusahaan dan semua yang terlibat di dalamnya akan merasakan dampak buruk bahkan kerugian.

Tinggalkan komentar