Mengenal 8 Jenis Pengkabaran (News) dalam Jurnalistik

Kabar atau berita merupakan inti dari kegiatan jurnalistik. Kabar adalah segala apa yang diupayakan para jurnalis agar pembaca mendapatkan informasi yang berharga atau bernilai bagi mereka. Pengkabaran pada umumnya muncul sendirinya di tengah masyarakat, melalui adanya kejadian, peristiwa, atau segala perihal yang memiliki nilai berita. 

Walau sering sekali media melakukan framing (pengarahan sudut pandang) terhadap suatu berita, semua akan kembali kepada keinginan publik sendiri, karena publik harus mampu menyeleksi berita yang disajikan oleh media massa. Jika publik merasa suatu framing kabar yang menyudutkan kelompok/ideologi tertentu, mereka bisa memilih mengabaikannya.

Pengkabaran-Jurnalistik

Walau demikian, terpenting di sini, bukanlah framing media, melainkan akurasi pengkabaran, dalam arti media tidak mengarang kabar yang ada, atau melakukan fabrikasi (hoax). Bagaimanapun, apa yang dikabarkan oleh media harus benar-benar terjadi di masyarakat, serta wajib diberitakan jika benar-benar memiliki efek meluas.

Secara umum pengkabaran dalam kegiatan jurnalistik terbagi dalam :

Kabar Langsung (straight News)

Kabar langsung sering atau straight news  adalah laporan peristiwa yang ditulis secara singkat, padat, lugas dan apa adanya. Prinsipnya adalah mengutamakan aktualitas. Artinya baru saja terjadi, serta segera di beritakan. Pengkabaran ini ditulis dengan gaya deskripsi, dalam keadaan apa adanya, tanpa ditambahi opini, apalagi interpretasi.

Kabar langsung dibagi lagi menjadi dua jenis: Kabar keras (hard news) dan Kabar ringan atau ringan (soft news). Hard News adalah laporan peristiwa besar atau menggemparkan di masyarakat, memiliki nilai lebih dari aktualitas dan  sangat penting untuk segera diketahui pembaca. Berisikan laporan khusus (Special event) yang terjadi secara tiba-tiba.

Sedangkan Soft News setingkat di bawah Hard News dari segi aktualitas dan kepentingan. Lebih merupakan pendukung berisi informasi peristiwa atau gagasan sederhana, tidak berat, dan tidak menggemparkan.

Kabar Opini (Opinion News)

Kabar Opini ini merupakan kabar yang paling sering muncul di era jurnalistik online. Yaitu  kabar yang didapatkan melalui bertanya atau meminta pendapat, pernyataan, serta gagasan seseorang yang dianggap ahli. Biasanya pendapat cendikiawan, sarjana, atau pejabat, mengenai suatu masalah atau peristiwa.

Kabar opini ini terkadang dikritik sebagai kerja media yang malas, karena seringkali mengandalkan pendapat seseorang yang terkadang tidak mengetahui peristiwa yang sebenarnya terjadi, sehingga seorang “ahli itu” berkomentar sekenanya, secara textbook. Padahal khlayak lebih membutuhkan liputan (covering) yang lengkap terhadap peristiwa. 

Kabar Interpretatif (Interpretative News)

Kabar Interpretatif seringkali disebut insight reporting adalah Kabar yang dikembangkan dari komentar atau riset wartawan berserta narasumber yang kompeten terhadap peristiwa yang muncul sebelumnya, sehingga merupakan gabungan antara fakta dan interpretasi. Berawal dari informasi yang dirasakan kurang jelas atau tidak lengkap arti dan maksudnya.

Kabar Mendalam (In Depth Stories)

Kabar Mendalam adalah Kabar yang merupakan pengembangan dari Kabar yang sudah muncul, dengan pendalaman terhadap hal-hal yang masih ada di bawah permukaan peristiwa. Misalkan peristiwa terorisme, yang diungkap oleh jurnalis secara mendalam melalui sel-sel yang bertanggung jawab terhadap peristiwa teror tersebut.

Artinya kabar ini sangatlah panjang, terdiri dari sekuensi peristiwa yang masih belum selesai pengungkapannya dan bisa dilanjutkan kembali (follow up system). Pendalaman dengan mencari informasi tambahan dari narasumber, riset, serta penelusuran wartawan.

Kabar Penjelasan  (Explanatory News)

Kabar Penjelasan adalah Kabar yang sifatnya menjelaskan dengan menguraikan sebuah peristiwa secara lengkap, penuh data. Fakta yang diperoleh dijelaskan secara rinci dengan beberapa argumentasi atau pendapat penulisnya

Kabar Penyelidikan (Investigative News)

Kabar Penyelidikan adalah Kabar diperoleh dan dikembangkan berdasarkan penelitian atau penyelidikan dari berbagai sumber. Dalam hal ini jurnalis berlaku sebagai detektif, melakukan penyamaran, dan tidak masalah menyembunyikan identitasnya demi mendapatkan berita yang dibutuhkan.

Kabar Gonzo (Gonzo News)

Kabar Gonzo dikembangkan oleh jurnalis Hunter S. Thompson, dalam hal ini wartawan atau jurnalis terlibat langsung dalam suatu peristiwa. Menjadi pelaku utama atau ikut merasakan langsung peristiwa yang terjadi. Misalkan, saat sang jurnalis ingin mengabarkan kisah para pecandu narkoba, maka dia harus merasakan sendiri menjadi pecandu, dan mengabarkannya.

Kabar Rock (Rock Journalism)

Kabar rock dikembangkan oleh media The Rolling Stones, yakni menulis tentang genre dan subgenre, hingga kisah para musikus, uniknya untuk pasar pecinta musik yang sebenarnya tidak tertarik membaca, sehingga sang jurnalis menulis sekenanya apa yang terjadi walau hal itu sama sekali tidak menarik, membosankan, atau tidak punya maksud apapun.

Cara jurnalis rock ini dikritik sebagai cara ugal-ugalan dalam bermedia, karena tulisan-tulisannya atau hasil karya pengkabarannya berisikan hal-hal yang tidak punya arti sama sekali (meaningless). Sebagai contoh, media bercerita tentang hidup artis yang senang minum air putih, menyelam, atau punya hobby mengecat rumah.

Baca juga

Tidak ada artinya sama sekali, sehingga kritikus media Frank Zappa pernah menulis, bahwa Pengkabaran Rock adalah orang yang tidak bisa menulis, mewawancari orang yang tidak punya pendapat, menyajikannya untuk orang yang tidak suka baca.

Tinggalkan komentar