Pengertian & 7 Manfaat Efikasi Diri Pada Karyawan

Saungwriter.com – Karyawan di dalam sebuah perusahaan itu ibaratkan poros yang ada pada sebuah jam besar, karena sebuah jam bisa berjalan dengan baik apabila poros tersebut berfungsi dengan baik. Supaya bisa menghasilkan karyawan dengan kualitas diri terbaik, ada baiknya perusahaan mulai berpikir untuk melakukan efikasi diri pada karyawan karena ternyata metode ini memiliki banyak sekali manfaat untuk karyawan.

Apa Sih Efikasi Diri Itu?

Sebelum menerapkannya kepada karyawan penting untuk mengetahui apa itu efikasi diri? Hal ini dilakukan supaya penerapannya tidak asal-asalan. Secara sederhana efikasi diri adalah kepercayaan diri seseorang atau keyakinannya terhadap kemampuan untuk bisa mencapai sesuatu, melakukan tugas, menghasilkan sesuatu dan menerapkan tindakan untuk mencapai keahlian tertentu.

Efikasi ini seperti menghadirkan sebuah sugesti ataupun pikiran yang menstimulus otak untuk percaya bahwa diri ini mampu melakukan sesuatu yang sebelumnya masih diragukan. Jadi efikasi ini mendorong seseorang untuk lebih percaya kepada dirinya sendiri dan yakin bahwa dirinya ini mampu untuk menyelesaikan hal yang sebagian orang bahkan dirinya sendiri menganggap itu sulit.

Manfaat Efikasi Diri Pada Karyawan

Dengan mendorong orang untuk lebih percaya pada dirinya sendiri, tentu secara garis besar sudah bisa dirasakan apa saja manfaat efikasi diri pada karyawan. Karena itu, ada baiknya mulai sekarang tidak ada salahnya mencoba menerapkan hal ini supaya beberapa manfaat seperti yang di bawah ini bisa segera dirasakan.

1. Pengalaman Menguasai

Dalam bahasa psikologis hal ini disebut dengan mastery experience, dimana dengan efikasi diri pada karyawan akan menghasilkan pengalaman bahwa karyawan ini mampu untuk menguasai beberapa hal tertentu. Biasanya dalam menerapkan efikasi diri ini dibutuhkan pendalaman pengalaman dari pihak yang bersangkutan.

Dalam penghayatan itulah, nantinya ditemukan adanya rintangan dari setiap pengalaman yang sudah dialami namun tidak menghentikan yang bersangkutan untuk tetap mencoba. Berhasil mengalahkan rintangan tersebut dan keluar sebagai pemenang, membuatnya yakin bisa menguasai hal yang dialaminya tadi bila itu kembali terulang.

2. Kemampuan Mengamati Model Simbolistik

Vicarious experience adalah kemampuan seseorang dalam mengamati ataupun memahami nilai dari suatu hal biasanya berupa metode atau model yang sifatnya simbolistik. Kejadian ini banyak terjadi pada kehidupan social, ketika seseorang merasa termotivasi karena melihat orang lain berhasil mencapai kesuksesannya.

Orang yang sukses tersebut akan dijadikannya sebuah contoh dan nantinya akan dia amati dan pahami, bagaimana caranya agar orang tersebut bisa sukses. Saat dia menemukan bahwa ternyata banyak kesamaan dengan orang yang dijadikan contoh tersebut, akan semakin membuatnya terpacu.

3. Pendekatan Secara Verbal

Saat seseorang bisa dipengaruhi secara verbal, biasanya pada saat itulah seseorang tersebut akan mengambil langkah yang lebih besar dan lebih berani dari yang dia sendiri bayangkan. Usaha yang dia lakukan terhadap sesuatu akan menunjukan kecenderungan yang meningkat, bahkan lebih giat dan lebih besar dari sebelumnya.

Hal ini ditemukan berbanding terbalik dengan kondisi orang-orang yang tidak mendapatkan persuasi secara verbal, karena mereka merasa hidupnya rata saja. Sehingga usaha yang dilakukannya cenderung datar, bahkan akan langsung menyerah tanpa perlawanan saat sesuatu menghalangi usahanya.

4. Keadaan Fisiologis dan Afektif

Tidak bisa dipungkiri bahwa terkadang emosi akan jauh lebih mempunyai control yang kuat terhadap manusia, dibandingkan dengan logika. Mereka akan lebih mengandalkan penilaian terhadap fisik dan juga kemampuan emosinya dalam mengukur kemampuan yang sebenarnya mereka miliki.

Dengan efikasi diri, hal ini perlahan bisa diganti menjadi trend yang positif ketika seseorang mampu mengendalikan emosi serta menilai keadaan fisiknya. Sifat yang tadinya agresif karena muncul akibat pengendalian emosi, perlahan turun dan diganti menjadi hal yang sifatnya jauh lebih positif karena terkait dengan kepercayaan diri.

5. Membentuk Pribadi yang Jauh Lebih Baik

Percaya akan kemampuan diri sendiri serta mulai berani untuk menggali potensi terbaik yang sebenarnya ada di dalam diri, tentu bisa membentuk sebuah pribadi yang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan sebelumnya.

Pikiran negative yang biasa menghantui ketika menghadapi masalah perlahan hilang dan usaha yang dilakukan akan jauh lebih besar dari sebelumnya. Kepercayaan dirinya akan terus meningkat dan kemampuannya dalam beberapa hal akan terus terasah dengan baik.

6. Lebih Teliti dan Tepat Dalam Mengambil Keputusan

Keraguan dalam mengambil keputusan bukanlah hal yang aneh bagi sebagian manusia, penyebabnya terletak pada kurangnya kepercayaan terhadap diri dalam mengambil keputusan. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahw efikasi diri hadir untuk meningkatkan kepercayaan terhadap diri sendiri.

Kemampuan untuk mengambil keputusan yang jauh lebih mantap jika dibandingkan dengan sebelumnya, namun tetap dibarengi dengan ketelitian dalam menimbang semua resiko dan hasil positif yang didapat.

7. Kepribadian Menjadi Lebih Tangguh

Masalah bisa datang kepada siapa saja, tidak peduli dengan keadaan kehidupannya sendiri pada saat itu. Hanya saja manusia yang tangguh dan kuat akan menjadikan masalah ini sebagai rintangan yang harus dilalui, bukannya halangan yang menariknya untuk jatuh dan berhenti begitu saja.

Dengan efikasi diri, diharapkan para karyawan menjadi pribadi yang lebih tangguh karena sudah memahami bagaimana caranya menghadapi rintangan tersebut dan keluar sebagai pemenang, sehingga kepribadiannya akan menjadi semakin kuat lebih dari biasanya.

Itulah tadi mengapa efikasi diri pada karyawan harus segera diterapkan, memang terlihat bukan hal yang besar tapi ternyata efek dan manfaat yang dihasilkan sangat bermanfaat baik bagi karyawan maupun perusahaan. Sehingga bisa dikatakan bahwa efikasi ini adalah metode terbaik untuk meningkatkan kinerja karyawan yang berdampak baik juga pada kinerja perusahaan.

Karena intinya efikasi diri ini kembali ke diri karyawan, karena ini semua terkait dengan permaianan pikiran dan emosi.

Tinggalkan komentar