Contoh Makalah yang Baik dan Benar + Stuktur Lengkap

Tugas membuat makalah memang cukup berat, apalagi jika sebelumnya Anda tidak pernah membuatnya.

Pertama-tama, Anda harus belajar dari contoh makalah dulu. Pahami bagaimana struktur makalah yang baik dan benar, lalu mulai buat makalah Anda sendiri.

Akan tetapi, membuat makalah pun tak sesederhana melihat contoh. Ada beberapa tahapan yang harus Anda lakukan.

Oleh karena itu, ulasan kali ini akan membahas lengkap mengenai beberapa hal berikut, yakni.

  • Pengertian makalah
  • Struktur makalah
  • Tahapan membuat makalah
  • Contoh makalah

Pengertian Makalah

Apa itu makalah? Meski sering didengar, terkadang kita masih susah mendefinisikan pengertian dari makalah.

Menurut pengertian dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), makalah secara etimologi adalah tulisan resmi yang membahas suatu pokok permasalahan untuk dibacakan di depan umum dalam sebuah persidangan. Makalah juga dibuat untuk diterbitkan.

Lalu, pengertian lain menurut KBBI adalah karya tulis yang dibuat pelajar atau mahasiswa sebagai laporan dari hasil pelaksanaan tugas, baik di sekolah maupun perguruan tinggi.

Berdasarkan pengertia di atas, wajar jika guru Bahasa Indonesia mulai memberikan tugas makalah dari jenjang SMA, bahkan SMP. Saat di perguruan tinggi nanti, Anda pun akan sering mendapatkan tugas untuk membuat makalah.

Lalu, bagaimana cara membuat makalah yang baik dan benar? Kita mulai dari struktur ya. Berikut penjelasan lengkapnya.

Struktur Makalah Ilmiah yang Baik dan Benar

Karena merupakan laporan ilmiah, makalah juga harus disusun berdasarkan struktur yang benar. Sudah ada aturan resmi untuk pembuatan makalah. Berikut adalah struktur makalah yang baik dan benar.

1. Cover Makalah

Cover atau sampul adalah bagian depan makalah yang di dalamnya memuat judul, identitas penulis, logo sekolah atau perguruan tinggi, serta tahun terbit.

Biasanya, sekolah atau perguruan tinggi mempunyai aturannya masing-masing dalam pembuatan cover. Anda bisa mengikuti aturan tersebut.

Jika tidak ada ketentuan dari guru atau dosen, Anda bisa menggunakan format standar. Cover menggunakan penulisan rata tengah. Berikut adalah contoh cover makalah.

2. Kata Pengantar Makalah

Seperti namanya, kata pengantar adalah suatu bagian yang menjadi pembuka suatu makalah. Bagian ini berisi pengantar untuk pembaca berkaitan dengan pandangan umum penulis terhadap karya tulis yang mereka buat.

Kata pengantar juga harus ada di dalam makalah. Untuk isi di bagian ini, Anda bisa memberikan ucapan terima kasih. Berikut adalah contoh kata pengantar makalah.

3. Daftar Isi

Bagian ini juga wajib ada di dalam suatu makalah. Daftar isi memuat informasi tentang isi makalah sekaligus halamannya.

Bagian ini dihadirkan agar pembaca lebih mudah menemukan bab atau subbab yang ada di dalam makalah.

Daftar isi juga wajib ada di dalam makalah ya. Berikut adalah contoh daftar isi yang sederhana.

4. Pendahuluan

Bagian selanjutnya adalah bagian pendahuluan. Bagian ini biasanya terdiri dari 3 subbab, yakni latar belakang masalah, rumusan masalah, serta tujuan penelitian.

Masing-masing subbab memberikan informasi yang khusus. Supaya lebih mudah memahaminya, mari kita simak contoh pendahuluan dan pembahasan masing-masing subbab.

  1. Latar Belakang Masalah

Latar belakang masalah merupakan alasan mengapa Anda memilih topik tersebut untuk diteliti. Pada bagian ini, Anda bisa menjelaskan urgensi dari topik yang Anda angkat.

Supaya lebih ada gambaran, sebaiknya latar belakang yang Anda buat harus bisa menjawab beberapa pertanyaan berikut.

  • Mengapa Anda perlu membahas topik tersebut?
  • Apa yang mendorong Anda untuk melakukan penelitian tersebut?
  • Apa yang ingin Anda selesaikan dari masalah tersebut?

Jawab beberapa pertanyaan di atas dengan jelas. Sampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Jika perlu, Anda juga bisa memuat beberapa data atau fakta yang mendukung pendapat Anda.

  • Rumusan Masalah

Rumusan masalah biasanya berisi tentang daftar pertanyaan. Bagian ini berisi tentang pengerucutan dari latar belakang yang sebelumnya Anda tulis. Buat daftar pertanyaan tentang hal-hal yang ingin Anda jelaskan dalam isi nanti.

  • Tujuan

Kemudian, tujuan dalam bagian penelitian berisi tentang tujuan dibuatnya makalah. Pada bagian ini, Anda bisa menjawab pertanyaan yang ada di dalam rumusan masalah secara singkat.

Bagian tujuan ini juga bisa berisi manfaat penelitian atau makalah yang dibuat. Berikut adalah contoh tujuan penelitian dalam suatu makalah.

5. Pembahasan/Isi

Sesuai namanya, bagian ini merupakan inti dari suatu makalah. Pada bagian pembahasan atau isi, Anda harus memaparkan secara lengkap dan jelas tentang jawaban dari apa yang ada di rumusan masalah.

Bagian isi tidak terlepas dari bagian pendahuluan yang sudah dibuat sebelumnya. Selain menjelaskan rumusan masalah, isi juga bisa mencakup landasan teori, uraian materi, serta penyelesaian dari masalah yang dibahas.

Berikut adalah contoh makalah bagian pembahasan.

6. Penutup

Terakhir, makalah penelitian juga harus memiliki bagian penutup. Bagian ini biasanya dibagi menjadi dua subbab, yakni kesimpulan dan saran.

  1. Kesimpulan

Bagian kesimpulan berisi tentang ringkasan mengenai hasil pembahasan makalah. Anda bisa menjelaskan poin penting dari pembahasan yang sudah dibuat.

Anda juga bisa menuliskan hasil penelitian pada bagian kesimpulan. Jadi, dari sini, pembaca bisa mendapatkan penegasan dari hasil penelitian yang sudah dilakukan.

  • Saran

Subbab terakhir dalam bagian penutup ini ditujukan untuk pembaca. Saran berisi harapan penulis agar makalah penelitian yang dibuat bisa bermanfaat untuk membaca. Selain itu, penulis juga terbuka jika ada saran-saran dari pembaca.

Berikut adalah contoh makalah bagian penutup.

7. Daftar Pustaka

Bagian terakhir dalam makalah adalah daftar pustaka. Bagian ini berisi tentang daftar referensi yang dipakai penulis dalam membuat makalah.

Untuk makalah penelitian, referensi yang digunakan bisa dari buku, jurnal, atau informasi valid yang ada di internet.

Supaya tidak keliru dalam menulis daftar pustaka, Anda juga wajib memperhatikan format penulisannya, ya. Belajarlah melalui beberapa contoh daftar pustaka dari berbagai sumber.

Ada bisa mempelajari bagian ini di artikel Contoh Daftar Pustaka yang Benar Sesuai Kebutuhan

8. Lampiran

Setelah daftar penelitian, Anda juga bisa melengkapi makalah dengan lampiran. Lampiran ini berisi hal-hal yang tidak bisa disebutkan dalam isi makalah.

Lampiran bisa berisi dokumentasi penelitian, data pendukung, atau yang lainnya.

Lampiran ini sifatnya tidak wajib. Jika Anda merasa tidak ada yang perlu dilampirkan, bagian ini pun bisa dihilangkan.

Cara Membuat Makalah yang Baik dan Benar

Setelah mengetahui struktur makalah, selanjutnya Anda bisa mulai praktik membuat makalah. Apa saja tahapan yang harus dilakukan untuk membuat makalah? Berikut penjelasannya.

1. Tentukan Topik Makalah

Supaya pembahasan tidak melebar ke mana-mana, Anda perlu menentukan topik terlebih dahulu. Ini menjadi langkah pertama yang harus Anda lakukan.

Bagaimana cara menentukan topik yang benar? Jika sudah ada tema yang ditentukan oleh guru atau dosen, Anda tinggal memilih salah satu topik yang paling dekat dan yang paling Anda kuasai.

Jika tidak diharuskan untuk membahas satu tema tertentu, Anda tinggal pilih saja topik yang menarik menurut Anda. Setelah itu, kita bisa lanjut ke tahap berikutnya.

2. Menentukan Judul Makalah

Setelah menentukan topik yang dibahas, selanjutnya tinggal tentukan judul makalah. Buatlah judul semenarik mungkin.

Judul makalah berbeda dengan judul berita, ya. Judul makalah harus mencerminkan isi. Selain itu, judul juga harus sejalan dengan temanya.

3. Cari Referensi

Tahap berikutnya adalah mencari referensi. Referensi inilah yang nantinya akan Anda jadikan sebagai alat bantu untuk menganalisis penelitian Anda.

Referensi bisa diperoleh dari buku, jurnal, atau artikel yang ada di internet. Jika Anda mengambil referensi melalui artikel internet, pastikan mencari data di sumber yang terpercaya, ya.

4. Buat Kerangka Makalah

Untuk memudahkan Anda dalam membuat makalah, sebaiknya buat kerangka makalah terlebih dahulu. Di sini, Anda bisa membuat poin-poin penting di setiap struktur makalah, yakni pendahuluan, isi, dan penutup.

Jika Anda membuat kerangka karangan sebelum menyusun makalah, nantinya pembuatan makalah akan lebih mudah. Kerangka adalah pondasi atau pijakan utama sebelum menyelesaikan makalah.

5. Kembangkan Makalah Berdasarkan Kerangka

Setelah kerangka sudah jadi, saatnya mengembangkan makalah Anda. Pada tahap ini, seharusnya Anda sudah membaca berbagai referensi.

Tulislah hasil penelitian Anda berdasarkan analisis dari berbagai referensi yang Anda cari. Pastikan Anda bisa menyajikan informasi yang jelas, lengkap, dan menjawab semua rumusan masalah yang dibuat.

Satu hal lagi yang perlu Anda ingat. Dalam penulisan makalah, pastikan Anda berpegang pada data serta fakta ya. Seperti yang kita ketahui bersama, makalah penelitian harus objektif dalam menguraikan masalah yang dibahas.

6. Sunting atau Perbaiki Makalah

Setelah makalah sudah jadi, tahap terakhir adalah finishing. Dalam hal ini, finishing berarti membaca kembali makalah yang sudah selesai dibuat.

Periksa apakah makalah sudah sesuai dengan struktur atau belum. Lalu, cek kesalahan ejaan, bahasa, dan penulisan juga sangat penting.

Setelah Anda yakin bahwa makalah sempurna, Anda bisa mulai mencetaknya atau memublikasikannya.

Pembuatan makalah pada dasarnya tidak membutuhkan waktu yang lama. Setelah Anda mendapatkan topik dan referensi, satu makalah sebenarnya bisa diselesaikan dengan cepat.

Untuk Anda yang masih bingung, mari kita coba simak contoh makalah berikut ini.

Contoh Makalah Singkat

Pada contoh makalah berikut ini, bagian yang akan diuraikan adalah pendahuluan, isi, penutup, dan daftar pustaka.

Untuk bagian daftar isi dan pengantar, Anda bisa melihat dari contoh yang sudah disebutkan sebelumnya.

Langsung saja simak contoh makalah berikut ini.  

 Judul Makalah: Dampak Pengangguran Terhadap Perekonomian Masyarakat

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I dan II pada tahun 2018 – 2018 tercatat berada di angka 5 persen. Sejak pandemi COVID-19 menyerang Indonesia, penurunan mulai terjadi.

Pada kuartal 1 tahun 2020, pertumbuhan ekonomi tercatat hanya 2.97 persen. Jika dibandingkan dengan kuartal yang sama pada tahun sebelumnya, terdapat selisih sebesar 2.1 persen.

Penurunan pertumbuhan ekonomi tidak berhenti di situ saja. Pada kuartal kedua tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami penurunan yang sangat drastis. Pertumbuhan ekonomi kita saat ini berada di titik -5.32 persen.

Penurunan pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua tidak terlepas dari merebaknya COVID-19 yang membuat perekonomian menjadi lesu. Bahkan, beberapa perusahaan sudah mengambil kebijakan untuk merumahkan pegawainya. Ini menjadi masalah bersama yang kita hadapi saat ini.

Tingginya angka pengangguran membuat perekonomian tak lekas membaik. Di samping itu, pengangguran juga menimbulkan masalah tersendiri bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Hal inilah nantinya yang akan kita bahas di sini.

Rumusan Masalah

Dalam makalah ini, rumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut.

  1. Apa dampak pengangguran pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat?
  2. Bagaimanakah cara mengatasi dampak negatif pengangguran?

Tujuan

Sesuai dengan rumusan masalah, penelitian ini bertujuan untuk:

  1. Mengetahui dampak pengangguran terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
  2. Mengetahui cara mengatasi dampak negatif pengangguran.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Dampak Pengangguran Terhadap Kehidupan Sosial dan Ekonomi

Pengangguran adalah angkatan kerja yang tidak memiliki pekerjaan atau yang sedang mencari pekerjaan. Pengangguran sangat berpengaruh pada perekonomian dan sosial masyarakat pada sebuah negara.

Pengangguran pada umumnya bisa menyebabkan pertumbuhan ekonomi menurun. Sebaliknya, pertumbuhan ekonomi yang sedang memburuk juga bisa menambah jumlah pengangguran. Inilah yang terjadi saat ini.

Akibat kondisi perekonomian yang sedang lesu, banyak perusahaan yang tidak berhasil tumbuh. Kondisi ini terus berlarut hingga beberapa bulan terakhir. Akibatnya, banyak perusahaan yang mengambil keputusan untuk melakukan PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) terhadap karyawannya.

Sayangnya, PHK tidak hanya dilakukan oleh satu atau dua perusahaan. Di tengah pandemi seperti ini, bahkan perusahaan besar pun ikut melakukan pengurangan pegawai. Hal ini jelas memberikan pengaruh buruk bagi masyarakat, terutama dalam bidang sosial dan ekonomi.

Dampak Pengangguran Terhadap Kehidupan Sosial

Banyaknya jumlah pengangguran jelas akan berpengaruh terhadap masyarakat. Dalam kehidupan sosial, pengangguran akan menyebabkan beberapa masalah berikut.

  1. Meningkatnya Angka Kemiskinan

Masalah utama dan yang paling umum terjadi akibat meningkatnya jumlah pengangguran adalah angka kemiskinan juga akan meningkat. Masyarakat akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Jika dibiarkan, keadaan ini akan berkembang menjadi lebih buruk lagi.

  • Bertambahnya Perumahan Kumuh

Karena tidak memiliki penghasilan tetap untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, orang yang menganggur tidak bisa tinggal di tempat yang layak. Untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal, mereka terpaksa memilih perumahan kumuh.

Di ibu kota, perumahan kumuh juga menyebabkan masalah tersendiri. Padatnya jumlah penduduk yang tidak diiringi dengan fasilitas yang memadai membuat penduduk rentan terkena penyakit. Masalah sosial ini pada akhirnya akan berimbas kepada masalah kesehatan.

  • Anak Jalanan Semakin Bertambah

Tak hanya pada orang dewasa, pengangguran ternyata juga berdampak pada anak-anak. Ketika melihat orang tua mereka tidak bekerja, anak-anak berinisiatif untuk membantu mereka.

Di kota-kota besar, hal paling mudah yang bisa mereka lakukan untuk mendapatkan uang jajan adalah berjualan, mengamen, atau bahkan mengemis. Keadaan ekonomi yang memburuk akan membuat anak-anak jalanan semakin bertambah.

  • Menurunnya Tingkat Pendidikan

Jika masalah pengangguran tidak segera diatasi, lingkaran kemiskinan akan terus terjalin. Orang tua yang menganggur tidak bisa memberikan pendidikan yang layak untuk anak-anaknya.

Jika pendidikan anak rendah, kesempatan mereka untuk mengembangkan kemampuan dan prestasi semakin kecil. Akibatnya, mereka akan tumbuh menjadi orang dewasa yang tidak memiliki keahlian. Sumber daya manusia yang kurang unggul akan kesulitan untuk bersaing dengan orang lain demi mendapatkan pekerjaan.

Lingkaran pengangguran ini tidak akan pernah selesai jika akarnya tidak diselesaikan. Harus ada solusi yang ampuh untuk mengatasi masalah pengangguran. Tak hanya solusi dari pemerintah, tetapi juga keinginan masyarakat untuk tidak terjerat dalam lingkaran pengangguran.

  • Meningkatnya Kejahatan

Efek paling serius lainnya yang disebabkan oleh semakin banyaknya masyarakat yang menganggur adalah kejahatan yang kian meningkat. Karena tidak ada penghasilan, beberapa oknum akan melakukan banyak hal untuk memenuhi kebutuhan mereka. Mereka bahkan tidak keberatan jika harus melakukan kejahatan.

Belakangan ini, kejahatan juga semakin meningkat. Beberapa pencari kerja banyak yang menjadi korban penipuan. Lalu, kejahatan lain seperti perampokan juga semakin sering terjadi.

Dampak Pengangguran Terhadap Kehidupan Ekonomi

Di bidang ekonomi, pengangguran juga memiliki dampak tersendiri. Berikut adalah beberapa dampak pengangguran terhadap kehidupan ekonomi.

  • Menurunkan Pendapatan Masyarakat

Masyarakat yang tidak bekerja secara umum akan menyebabkan pendapatan masyarakat menurun. Turunnya pendapatan masyarakat tentu saja akan membuat daya beli menurun.

Daya beli yang menurun pun akan menyebabkan turunnya permintaan terhadap barang serta jasa. Jika terus berlanjut, keadaan ini akan menyebabkan perekonomian negara akan menurun.

  • Menurunkan Investasi Modal

Karena tidak memiliki pendapatan, mereka tidak memiliki kesempatan untuk bisa menabung. Padahal, tabungan atau simpanan uang di bank termasuk salah satu komponen investasi. Oleh karena itu, banyaknya penganggur juga berdampak pada menurunnya investasi.

Tak hanya itu, beberapa orang yang selama ini sudah rutin menabung pun akan mengambil tabungannya di bank. Investasi yang menurun akibat banyaknya penganggur akan berpengaruh pada Gross Domestic Prodct (GDP).

Investasi adalah komponen utama dari GDP. Jika investasi menurun, GDP yang dihasilkan pun akan menurun.

  • Menurunkan Penerimaan Pemerintah

Selain daya beli masyarakat yang menurun, masalah pengangguran juga bisa menurunkan pendapatan pemerintah. Pengangguran akan berpengaruh pada pajak pendapatan dan pajak dari transaksi ekonomi. Jadi, bisa disimpulkan bahwa pengangguran pun bisa menurunkan penerimaan pemerintah dari sektor pajak masyarakat.

Secara umum, di bidang ekonomi, pengangguran menyebabkan pertumbuhan ekonomi negara ikut turun. Lalu, bagaimana agar dampak negatif pengangguran bisa diselesaikan? Tentu saja perlu solusi untuk menyelesaikan masalah ini. Solusi yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut.

B. Cara Mengatasi Dampak Negatif Pengangguran

Masalah pengangguran memang tidak bisa diselesaikan dengan cepat. Akan tetapi, setidaknya ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak negatif dari pengangguran.

  • Mengembangkan keterampilan

Berada di dalam kondisi sebagai penganggur memang merugikan. Selagi pertumbuhan ekonomi sedang lesu seperti sekarang, tidak ada yang bisa dilakukan selain berusaha untuk tidak berada di lingkaran pengangguran.

Hal yang bisa dilakukan oleh masyarakat adalah mengembangkan keterampilan. Pikirkan peluang dalam diri yang bisa dikembangkan, seperti menulis, membuat video, menjahit, atau keahlian lainnya. Dari keahlian tersebut, seseorang bisa mendapatkan penghasilan tambahan.

  • Membuka Lapangan Kerja

Dengan banyaknya lowongan kerja, semakin banyak pula kesempatan para pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan. Oleh karena itu, membuka lapangan kerja sebanyak mungkin bisa menjadi solusi terbaik untuk mengatasi masalah pengangguran.

  • Menempatkan Pencari Kerja ke Daerah yang Lebih Membutuhkan

Jika pencari kerja tidak mendapatkan pekerjaan di dekat tempat tinggal mereka, mereka harus dipindahkan ke daerah yang lebih membutuhkan. Pencari kerja bisa merantau ke daerah lain yang membutuhkan tenaga mereka. Ini pun bisa menjadi solusi untuk mengatasi pengangguran.

Pada kondisi perekonomian yang sedang tidak baik seperti sekarang, angkatan kerja diharapkan lebih kreatif dalam mendapatkan penghasilan. Jika tidak memiliki pekerjaan tetap, mereka diharapkan lebih terbuka dalam melihat peluang yang ada.

Dengan begitu, setidaknya mereka bisa terlepas dari dampak buruk pengangguran. Semakin banyak orang yang terlepas dari pengangguran, dampak negatif pengangguran pun akan semakin berkurang.

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Pengangguran adalah masalah bersama yang harus segera diatasi. Ada banyak hal yang bisa menyebabkan tingkat pengangguran semakin tinggi. Hingga kuartal kedua tahun 2020 ini, jumlah penganggur semakin banyak akibat COVID-19.

Masyarakat tidak bisa diam begitu saja dengan kondisi yang ada sekarang. Sebagian besar penganggur saat ini adalah penganggur yang memiliki kemampuan. Untuk membantu mengurangi dampak negatif pengangguran, penganggur yang memiliki kemampuan bisa mengembangkan kemampuan mereka untuk menghasilkan uang.

DAFTAR PUSTAKA

Gusman, Hanif. 2020. “Bagaimana COVID-19 Mengubah Ekonomi Indonesia dan Asean. https://tirto.id/bagaimana-covid-19-mengubah-ekonomi-indonesia-asean-fWjv. diakses pada 14 Agustus 2020

Febriana, Cindy. 2017. “Dampak Pengangguran pada Perekonomian”. https://medium.com/@cindyfbrn00/dampak-pengangguran-pada-perekonomian-ad13742f1025#_Toc497299730 diakses pada 14 Agustus 2020

Budi, Okky. 2020. “Jadi Pengangguran Akibat Corona”, 6 Dampak ini Mengintai. https://lifepal.co.id/media/dampak-pengangguran-secara-negatif/ diakses pada 14 Agustus 2020

Ervina. 2020. “Cara Menurunkan Angka Pengangguran yang Tepat”. https://www.talenta.co/blog/insight-talenta/cara-menurunkan-angka-pengangguran-yang-tepat/ diakses pada 14 Agustus 2020

Download Contoh Makalah PDF | Download Doc

Contoh makalah singkat di atas membahas tentang permasalahan ekonomi. Secara struktur, makalah tersebut sudah sesuai dengan format yang ada.

Kemudian, secara isi, contoh makalah di atas masih kurang sempurna. Apabila dilihat dari sumber dalam daftar pustaka, makalah tidak menggunakan buku atau jurnal sebagai referensi.

Jika Anda ingin membuat makalah yang lebih berbobot, Anda bisa menggunakan buku atau jurnal sebagai referensi. Sumber tersebut lebih terpercaya dibandingkan sumber-sumber yang ada di internet.

Pada pembahasan ini, hal yang penting yang diharapkan bisa Anda pelajari adalah tentang format makalah yang baik dan benar. Untuk proses pembuatannya, selama Anda menguasai materi dan memiliki referensi yang terpercaya, Anda pasti bisa membuat makalah yang lebih baik dibandingkan dengan contoh di atas.

Baca juga: Contoh Artikel Ilmiah Singkat

Demikian adalah pembahasan mengenai contoh makalah sekaligus proses pembuatannya. Semoga bisa menjadi solusi atas kesulitan Anda dalam membuat makalah.

Tinggalkan komentar