Contoh Karya Ilmiah Singkat (KTI) yang Benar

Mendekati akhir semester, Anda mungkin akan mendapatkan banyak tugas, di antaranya membuat makalah atau karya ilmiah. Oleh karena itu, contoh karya ilmiah yang ini penting disimak sebagai bahan referensi.

Tugas membuat karya ilmiah sebenarnya mudah. Akan tetapi, karena belum mengetahui apa itu karya ilmiah dan bagaimana contoh karya ilmiah yang baik, kalian mungkin kesulitan untuk membuatnya.

Tak perlu resah, kalian hanya perlu mempelajari pengertian karya ilmiah, jenis-jenisnya, cara membuatnya, hingga contoh karya ilmiah yang baik dan benar. Semua informasi tersebut akan diulas secara sederhana dan mudah melalui pembahasan berikut.

Pengertian Karya Ilmiah

Contoh Karya Ilmiah pengertian

Seperti namanya, karya ilmiah merupakan sebuah karya yang dibuat berdasarkan ilmu pengetahuan. Karya ilmiah ini berupa karya tulis yang disusun berdasarkan kumpulan data serta fakta. Sejak duduk di bangku SMA, Anda mungkin akan mulai mendapatkan tugas untuk membuat karya ilmiah.

Berdasarkan penjelasan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), karya ilmiah merupakan sebuah karya tulis yang disusun berdasarkan data serta fakta dan dengan memperhatikan prinsip-prinsip ilmiah.

Karya tulis ilmiah ditulis berdasarkan observasi (pengamatan), eksperimen (percobaan), serta kajian pustaka. Karena menggunakan prinsip ilmiah, Anda tidak boleh asal dalam menyusunnya.

Karya ilmiah adalah teks yang ditulis secara sistematis, logis, serta memenuhi rumusan ilmu pengetahuan. Dalam hal ini, aspek rasionalitas harus diutamakan. Permasalahan yang dibahas harus diangkat dan dibedah secara objektif dan berdasarkan fakta.

Karya tulis ilmiah disusun dengan menggunakan kata-kata yang lugas dan efektif sehingga tidak menimbulkan ambiguitas. Anda harus memahami dasar-dasar penulisan karya ilmiah sesuai dengan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia.

Ciri-Ciri Karya Ilmiah

ciri-ciri karya ilmiah

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, karya ilmiah harus disusun dengan memperhatikan kaidah ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, karya ilmiah mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Membahas permasalahan secara logis.
  2. Berdasarkan data dan fakta yang terpercaya.
  3. Opini yang disampaikan harus berdasarkan teori dan kajian pustaka.
  4. Disusun menggunakan ragam bahasa ilmiah.
  5. Objektif atau tidak memihak.

Struktur Karya Ilmiah

Struktur Karya Ilmiah

Struktur atau susunan karya ilmiah pada dasarnya bergantung pada aturan dari institusi atau lembaga yang diikuti. Ada unsur yang dimasukkan dan ada pula yang tidak sesuai dengan ketentuan dari sebuah lembaga.

Meskipun begitu, pada dasarnya struktur karya ilmiah adalah sama, yakni ada bagian pembuka, isi, dan penutup. Dalam ketentuan umum, struktur karya tulis ilmiah adalah sebagai berikut.

1. Halaman Judul

Halaman judul berisi tentang informasi singkat tentang karya tulis yang dibuat. Pada halaman judul, Anda bisa menuliskan judul, nama penulis, dan informasi tentang lembaga.

Untuk pembuatan judul, pastikan sudah sesuai dengan tema keseluruhan karya tulis, ya. Judul pun harus ditulis seobjektif mungkin, bukan judul clickbait seperti yang ada di portal-portal online.

Kemudian, judul karya tulis, nama penulis, dan logo serta nama lembaga ditulis dengan rata tengah. Susun serapi mungkin agar menarik untuk dibaca.

2. Abstrak

Dalam karya tulis, abstrak merupakan ikhtisar dari seluruh is karya ilmiah. Masing-masing institusi memiliki ketentuan tersendiri untuk penyusunan abstrak.

Pada karya tulis ilmiah, seperti skripsi, abstrak biasanya ditulis dengan dua bahasa, yakni bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Panjang abstrak antara 150 – 200 kata dengan spasi 1,5 pt.

Kemudian, pada bagian bawah abstrak juga disebutkan kata kunci. Kata kunci adalah kata yang paling banyak disebut dalam karya tulis. Maksimal kata kunci adalah lima kata.

3. Pendahuluan

Bagian pendahuluan memiliki beberapa subbab. Subbab yang dimaksud biasanya adalah sebagai berikut.

  1. Latar belakang
  2. Rumusan masalah
  3. Tujuan

Latar belakang masalah berisi tentang alasan mengapa Anda mengambil topik tersebut untuk diteliti. Kemudian, rumusan masalah berisi pembahasan apa saja yang akan dibahas. Rumusan masalah ini biasanya berisi daftar pertanyaan.

Kemudian, tujuan penelitian biasanya merupakan jawaban dari rumusan masalah yang dibuat. Bagian-bagian dalam pendahuluan ini sebenarnya saling berhubungan.

4. Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka berkaitan dengan penelitian terdahulu dan landasan teori yang dipakai. Penjelasannya adalah sebagai berikut.

1. Penelitian Terdahulu

Tinjauan pustaka berisi tentang penelitian terdahulu. Anda bisa mencantumkan penelitian-penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian Anda. Dengan begitu, penelitian Anda bisa menjadi pelengkap dari penelitian-penelitian terdahulu.

2. Landasan Teori

Landasan teori adalah daftar teori dari ahli yang digunakan untuk mengkaji masalah. Landasan teori ini bisa diibaratkan sebagai semacam pisau untuk mengupas masalah yang dibahas.

Agar tidak terdeteksi plagiarisme, dalam pengutipan teori, Anda harus menggunakan ketentuan pengutipan. Kemudian, kamu harus mencantumkan sumber pustaka dalam daftar pustaka.

Dengan begitu, pembaca pun bisa menelusuri teori, data, atau informasi yang dikutip dalam karya tulis ilmiah. Anda bisa melihat contoh karya ilmiah berikut untuk informasi selengkapnya.

5. Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian berisi tentang metode dan tekni dalam menganalisis data. Metodologi penelitian secara lengkap berisi tentang beberapa hal berikut.

  1. Metode penelitian
  2. Fokus penelitian
  3. Sumber data
  4. Teknik pengumpulan data
  5. Teknik analisis data

6. Pembahasan atau Isi

Ini adalah bagian inti dalam karya tulis ilmiah. Bagian ini berisi tentang hasil kajian dari objek penelitian. Apa yang tertuang dalam pembahasan sesuai dengan metode penelitian yang dipakai.

Jika menggunakan metode penelitian kualitatif, pembahasan lebih banyak berisi uraian secara tertulis tanpa tabel, grafik, atau diagram. Sementara itu, jika metode penelitian yang dipilih adalah kuantitatif, penjelasan lebih banyak menggunakan tabel, grafik, atau diagram.

Pembahasan harus menjawab pertanyaan dalam rumusan masalah. Bagian ini harus disusun secara sistematis agar mudah dimengerti oleh pembaca.

7. Penutup

Penutup berisi kesimpulan karya tulis ilmiah dan juga saran. Pada kesimpulan, Anda bisa menegaskan kembali hasil penelitian yang sudah dilakukan.

Saat menulis kesimpulan, Anda mungkin bertanya, apa bedanya abstrak dengan kesimpulan? Abstrak berisi tentang rangkuman penelitian dari awal hingga akhir. Sementara itu, kesimpulan hanya berisi tentang intisari dari pembahasan. Jadi, kesimpulan lebih padat dan fokus pada bagian pembahasan.

8. Daftar Pustaka

Bagian ini wajib ada dalam sebuah karya ilmiah. Daftar pustaka berisi tentang buku-buku yang dijadikan referensi dalam penulisan karya ilmiah. Dengan begitu, karya ilmiah terbebas dari tuduhan plagiarisme.

Dalam menyusun daftar pustaka, ada kaidah penulisan yang harus diperhatikan. Pelajari dulu cara penulisan daftar pustaka agar tidak ada kesalahan pada bagian penting dalam karya ilmiah ini.

Itulah struktur karya ilmiah yang standar. Sekali lagi ditegaskan bahwa struktur penyusunan karya ilmiah bergantung pada ketentuan lembaga. Jadi, tidak paten atau bisa berbeda-beda sesuai dengan ketentuan instansi terkait.

Contoh Karya Tulis Ilmiah Singkat tentang Budaya

Contoh Karya Tulis Ilmiah Singkat tentang Budaya

Pengaruh Budaya Korea Selatan (K-Drama dan K-Pop) pada Kehidupan Remaja

Bab I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah

Budaya Korea Selatan, baik K-Pop maupun K-Drama sudah mulai menjamur. Sejak satu dekade terakhir, makin banyak kalangan muda yang menyukai produk budaya dari negeri Gingseng tersebut. Kegandrungan kaum muda terhadap budaya asing tentu akan menimbulkan berbagai dampak, baik itu positif maupun negatif.

Korean wave adalah istilah yang mengacu pada tersebarnya budaya Korea ke berbagai negara di dunia. Tak hanya Indonesia, “demam” Korea juga melanda berbagai negara, seperti Thailand, Jepang, Malaysia, bahkan negara-negara di Eropa dan Amerika.

Sebelum internet menjadi sesuatu yang mudah didapat, awal menyebarnya budaya Korea di Indonesia dimulai dari tayangan drama korea di TV swasta Indonesia. Drama berjudul “Full House” yang dimainkan oleh Rain dan Song He Kyo yang tayang di Indosiar pada tahun 2005 menjadi gerbang pembuka untuk masuknya budaya Korea di Indonesia.

Drama yang memiliki jumlah episode terbatas dengan konflik yang lebih seru menjadi daya tarik tersendiri. Berbeda dengan sinteron Indonesia yang bisa tayang hingga ribuan episode dengan alur dan konflik yang berputar-putar, drama Korea punya waktu tayang yang sudah ditentukan, rata-rata hanya 16 – 22 episode.

Selain itu, tema-tema yang diangkat juga lebih beragam. Tak hanya mengangkat masalah sosial, drama Korea juga mengangkat banyak genre lainnya yang membuat penonton tidak pernah merasa bosan.

Beberapa tahun setelahnya, tak hanya drama Korea, musik K-Pop juga mulai menjangkiti masyarakat Indonesia. Sebut saja, Super Junior, BigBang, SNSD, Infinite, EXO, hingga BTS mulai menjadi kiblat musik baru masyarakat dunia, termasuk di Indonesia.

Terlebih lagi, di era modern seperti ini, penyebaran informasi berlangsung secara cepat dan mudah. Dengan adanya internet, informasi dari berbagai penjuru dunia bisa diakses dengan cepat. Inilah yang memicu semakin banyaknya remaja yang tertarik dengan budaya Korea.

Alasan mengapa budaya Korea mudah diterima oleh masyarakat Indonesia adalah adanya kemiripan budaya. Sama-sama berada di kawasan Asia, budaya Korea masih mengenal sopan-santun seperti di Indonesia. Ini menjadi daya tarik tersendiri.  

Berbeda dengan budaya barat yang cenderung bebas dan tidak beraturan, budaya Korea masih memiliki kesamaan dengan Indonesia, terutama dari sisi kesopanan. Ini menjadi alasan mengapa masyarakat mudah beralih dari budaya barat ke budaya Korea.

Masuknya budaya Korea yang secara konstan dan masif tersebut tentu berdampak pada pola pikir anak-anak muda di Indonesia. Pada karya tulis ini, penulis akan membahas tentang dampak budaya Korea terhadap kehidupan sosial remaja di Indonesia.

2. Rumusah Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, rumusan permasalahan dalam karya tulis ilmiah ini adalah sebagai berikut.

  1. Bagaimana dampak positif budaya Korea Selatan terhadap kehidupan remaja Indonesia?
  2. Bagaimana dampak negatif budaya Korea Selatan terhadap kehidupan remaja di Indonesia

3. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut.

  1. Mendeskripsikan bagaimana dampak positif budaya Korea Selatan terhadap kehidupan sosial remaja di Indonesia.
  2. Mendeskripsikan bagaimana dampak negatif budaya Korea Selatan terhadap kehidupan sosial remaja di Indonesia.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi V, budaya merupakan akal budi; adat istiadat; sesuatu mengenai kebudayaan yang sudah berkembang.

Menurut Koentjaraningrat (dalam Simbar, 2016), kebudayaan adalah keseluruhan sistem dan gagasan, tindakan, serta hasil karya manusia di dalam kehidupan bermasyarakat. Kebudayaan adalah hasil budi daya manusia dari waktu ke waktu.

Era modern memungkinkan adanya pertemuan dua budaya. Kecanggihan internet menjadikan batas-batas negara tak lagi berlaku dalam proses pertukaran informasi. Budaya dari berbagai daerah pun menyebar luas dengan amat mudah.

Persebaran budaya yang tak terhindarkan menyebabkan adanya proses akulturasi budaya. Menurut KBBI, akulturasi adalah proses masuknya pengaruh kebudayaan luar dalam suatu masyarakat. Sebagian masyarakat menyerap kebudayaan tersebut secara selektif atau sebagian lagi berusaha menolak pengaruh tersebut.

Seiring dengan semakin canggihnya teknologi informasi, remaja di Indonesia mulai terkena dampak dari akulturasi budaya. Kebudayaan Korea Selatan yang tersebar melalui K-Pop dan K-Drama sedikit banyak akan mempengaruhi kehidupan remaja di Indonesia.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. Metode Penelitian

Metode penelitian yang dipakai adalah deskriptif kualitatif. Menurut pengertian dari Endraswara (2006: 83), penelitian kualitatif memiliki beberapa relaitas, yakni penelitian lebih umum (general), holistik, serta hasil konstruksi dari pemahaman.

B. Fokus Penelitian

Penelitian ini mengkaji dampak kebudayaan Korea Selatan terhadap remaja yang ada di Indonesia.

BAB IV PEMBAHASAN

A. Dampak Positif Budaya Korea Selatan terhadap Remaja di Indonesia

Segala sesuatu selalu memberikan dua sisi pada manusia, yakni sisi positif dan sisi negatif. Kebudayaan Korea Selatan pun tidak selamanya buruk. Sama-sama berada di rumpun Asia, budaya Korea juga bisa memberikan dampak yang positif. Dampak positif tersebut adalah sebagai berikut.

1. Memotivasi Diri untuk Berjuang Keras demi Mewujudkan Mimpi

Di Korea Selatan, untuk bisa menjadi seorang artis atau idol (penyanyi), mereka harus melewati masa training yang tidak sebentar. Untuk bisa debut sebagai penyanyi, artis tersebut menjalani masa trainee yang sangat panjang, bahkan ada yang sampai tujuh tahun.

Mereka terus menjalani masa latihan tanpa tahu apakah bisa berhasil sampai debut atau tidak. Untuk menjadi penyanyi, bakat tidak bisa menjadi jaminan. Masing-masing trainee harus bekerja keras agar mimpinya bisa terwujud.

Tak hanya ketika menjadi trainee, saat sudah berhasil debut pun, mereka harus tetap bersaing dengan ketat. Untuk bertahan di dunia hiburan, kerja keras adalah kunci utama.

Bagi remaja, idola mereka adalah panutan mereka. Sisi baik ini juga bisa tertanam untuk remaja di Indonesia. Jika mereka ingin segera meraih mimpi, mereka harus belajar dengan giat.

2. Memperluas Wawasan tentang Budaya Korea

Melalui film atau lagu yang dinikmati, remaja akan mulai tertarik untuk belajar budaya Korea. Tak hanya mempelajari budayanya secara otodidak, remaja saat ini bahkan ada yang sampai melakukan kursus untuk mempelajari bahasa korea dan hangeul atau huruf korea.

3. Belajar Menabung

Karena amat tertarik dengan kebudayaan Korea, tidak sedikit remaja yang ingin membeli semacam merchandise dari artis idola mereka. Untuk mendapatkannya mereka jelas harus memiliki uang. Mencintai budaya Korea juga bisa mengajarkan remaja untuk gemar menabung.

4. Menambah Teman dan Pengalaman

Setelah kebudayaan Korea begitu populer di Indonesia, banyak sekali komunitas-komunitas pecinta K-Pop atau K-Drama bermunculan. Mereka akan membentuk kelompok sesuai dengan kesukaan mereka untuk bertukar informasi dan merchandise.

Dengan bergabung dengan komunitas tersebut, remaja punya lingkaran pertemanan yang lebih besar. Relasi tersebut bisa memberikan banyak manfaat terhadap remaja.

B. Dampak Negatif Budaya Korea Terhadap Remaja di Indonesia

Selain hal-hal yang berbau positif, budaya Korea juga memberikan dampak negatif. Beberapa dampak negatif tersebut adalah sebagai berikut.

1. Menjadi Lebih Boros

Karena ada banyak sekali merchandise khas Korea yang masuk ke Indonesia, remaja yang kurang bisa mengontrol keinginan mereka cenderung akan berlaku boros. Jika tidak segera ditangani, kebiasaan ini akan berpengaruh buruk untuk kehidupan remaja.

2. Sering Terjadi Pertengkaran Antarkomunitas (Fanwar)

Karena kecintaan yang berlebihan, komunitas K-Pop sering sekali cekcok atau yang biasa disebut fanwar. Hal ini juga bisa merusak mental para remaja.

3. Memudarnya Kebanggaan atas Budaya Sendiri

Saat terlalu asyik dengan budaya asing, remaja cenderung melupakan budaya tradisional Indonesia. Memudarnya kebanggaan atas budaya sendiri jelas bisa memicu kepunahan budaya. Suatu saat nanti, budaya asli Indonesia bisa benar-benar hilang.

BAB V PENUTUP

Penyebaran budaya Korea yang masif di Indonesia jelas akan menyebabkan dampak positif dan negatif. Dampak tersebut lebih banyak dirasakan oleh para remaja. Alasannya adalah remaja cenderung labil karena sedang berada dalam proses pencarian jati diri.

Selama kecintaan terhadap budaya Korea tidak berlebihan, remaja akan mendapatkan lebih banyak dampak positif daripada dampak negatif. Mereka bisa meneladani sifat-sifat positif dari idola mereka.

Sebaliknya, jika remaja memiliki kecintaan yang berlebih, dampak negatif masuknya budaya Korea pun tidak bisa dihindari.

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Endraswara. 2006. Metode, Teori, dan Teknik Penelitian Kebudayaan.
Yogyakarta: Penerbit Pustaka Widyatama.

Download Contoh Karya Ilmiah PDF | Download Doc

Hal yang Perlu Dilakukan Sebelum Menulis Karya Ilmiah

karya ilmiah

Setelah membaca contoh karya ilmiah di atas, Anda mungkin sudah memiliki gambaran tentang seperti apa penulisan laporan penelitian yang tepat. Selanjutnya, Anda bisa mulai membuat karya ilmiah sendiri.

Sebenarnya, contoh karya ilmiah di atas masih belum sempurna. Secara struktur, penyusunannya mungkin sudah benar. Akan tetapi, secara keilmiahan, contoh di atas belum mencantumkan data yang akurat.

Nah, untuk Anda yang ingin membuat karya yang lebih sempurna dari contoh karya ilmiah di atas, mari ikuti langkah-langkah berikut ini.

  1. Memilih topik penelitian
  2. Menentukan objek kajian
  3. Mengumpulkan bahan
  4. Melakukan survei lapangan
  5. Membuat hipotesis
  6. Melakukan penelitian berdasarkan metode yang direncanakan
  7. Mengumpulkan data hasil penelitian
  8. Menganalisis dan menginterpretasi data penelitian
  9. Merumuskan Kesimpulan

Selanjutnya, setelah melakukan serangkaian tahapan penelitian di atas, Anda bisa menyusun laporan penelitian yang disebut juga dengan karya ilmiah.

Apa yang perlu diperhatikan saat menyusun karya ilmiah?

Tahap paling susah dalam membuat karya ilmiah, pada dasarnya, adalah tahap penelitian. Setelah penelitian selesai. Anda tinggal menyusun hasilnya menjadi sebuah karya tulis yang sempurna.

Seperti contoh karya ilmiah di atas, Anda perlu membuat laporan yang sistematis. Dalam hal ini, Anda hanya perlu mengikuti struktur karya ilmiah sesuai dengan ketentuan lembaga Anda.

Jika Anda ingin membuat karya ilmiah untuk dilombakan, biasanya panitia akan memberikan struktur karya ilmiah sebagai pedoman penyusunannya. Jadi, Anda hanya perlu menyesuaikan formatnya saja.

Penutup

Karya ilmiah mempunyai berbagai bentuk. Secara sederhana, artikel yang ditulis berdasarkan penelitian pun masuk dalam kategori karya ilmiah.

Karya ilmiah adalah tulisan yang disusun dengan memperhatikan kaidah ilmu pengetahuan. Penyusunannya juga menggunakan bahasa baku sesuai dengan ketentuan PUEBI.

Dalam dunia pendidikan, karya ilmiah memiliki peran yang sangat penting. Saat berada di tingkat pendidikan yang lebih tinggi nanti, adanya karya ilmiah akan membuat ilmu pengetahuan terus berkembang.

Karena pentingnya karya ilmiah, sejak duduk di bangku SMA, Anda mungkin sudah dipaksa untuk belajar membuat karya ilmiah. Salah satunya adalah melalui tugas-tugas yang diberikan oleh guru.

Tetap semangat dalam mengerjakan tugas membuat karya ilmiah, ya. Jika Anda mengerjakannya dengan tekun, manfaat baik pun akan bisa didapat.

Baca juga: Contoh Artikel Ilmiah Singkat yang Baik dan Benar

Contoh karya ilmiah ini bisa dijadikan bahan referensi untuk membuat tulisan yang bagus. Semoga informasi ini bermanfaat!

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on print
Rama Angriawan

Rama Angriawan

Berbagi pengalaman agar dapat bermanfaat

Tinggalkan komentar