Email Marketing: Seberapa Efektif untuk Bisnis?

email marketing

Email marketing adalah strategi pemasaran yang sangat kompleks.

Usaha ini dimulai dengan membangun daftar email, menulis copy, hingga mengukur hasil.

Dengan perkembangan teknologi yang cepat, selalu saja ada hal yang baru untuk dipelajari dan ditingkatkan.

Lalu, apakah email marketing benar-benar efektif untuk bisnis?

Pemahaman Dasar tentang Email Marketing

Strategi email marketing

Email memang menjadi salah satu media penjualan digital yang luar biasa. Akan tetapi, media tersebut juga memiliki kelemahan yang bisa membawa dampak besar bagi bisnis.

Menurut Majalah Fortune, setiap harinya, orang-orang rata-rata menerima hingga 147 email. Sangat banyak, bukan?

Dari sejumlah besar email yang masuk tersebut, sebagian besarnya adalah email dari perusahaan alias email marketing.

Bisa Anda bayangkan bagaimana tanggapan orang-orang atas email-email iklan tersebut?

Benar sekali.

Sebagian besar konsumen mungkin muak dengan semua email yang berisi promosi tersebut.

Inilah sisi lemah yang dimaksud di atas.

Jika Anda tidak mampu memaksimalkan email marketing, semua usaha yang Anda lakukan akan sia-sia dan justru merugikan bisnis.

Meskipun begitu, tidak bisa dipungkiri bahwa email marketing juga bisa membantu mengembangkan perusahaan. Syaratnya tentu saja adalah dengan memanfaatkannya secara tepat.

Dengan strategi yang tepat, email pun bisa menjadi mesin penjual tak terlihat.

Lalu, pertanyaannya adalah bagaimana cara memaksimalkan email marketing?

Pertama-tama, Anda harus menghapus mitos-mitos tentang email marketing yang justru merugikan Anda. Berikut pemahaman dasar tentang email marketing.

1. Data Email Raksasa Bukan Segalanya

Sebelumnya, Anda dan sebagian besar digital marketer lainnya mungkin berpikir bahwa semakin banyak daftar email yang terkumpul, email marketing akan semakin efektif.

Namun, pada kenyataannya hal tersebut tidak sepenuhnya benar.

Banyak dan sedikitnya data bukan pendorong utama untuk kesuksesan email marketing. Ini adalah semacam kebohongan besar yang dibuat oleh mereka yang menjajakan lead dan layanan pembuat daftar email.

Hanya memiliki daftar email yang besar tidak akan menjamin naiknya penjualan atau suksesnya email marketing. Anda harus tahu bagaimana mengolah data email tersebut.

Jadi, prioritas utama untuk Anda bukan hanya membangun daftar email sebanyak-banyaknya. Anda juga harus berusaha mencari strategi yang lebih efektif bagaimana menghasilkan uang dari data yang sudah Anda miliki.

Jangan lelah melakukan testing untuk mendapatkan lebih banyak prospek.

2. Cara Anda Melakukan Follow Up Berpengaruh Pada Keberhasilan Email Marketing

Setelah memiliki data email yang banyak, lalu apa yang harus Anda lakukan?

Ya, follow up.

Anda harus melakukan follow up kepada calon konsumen yang tertarik dengan bisnis Anda.

Cara Anda melakukan follow up berpengaruh besar pada kesuksesan email marketing. Di sini, muncul dilema besar yang dialami oleh sebagian besar pebisnis, khususnya mereka yang masih pemula.

Sebagian besar pebisnis mengirimkan email ke daftarnya saat menginginkannya. Sebagian lainnya justru takut untuk mengirimkan email karena khawatir pelanggan merasa tidak nyaman dan melakukan unsubscribe.

Lalu, apa gunanya membangun data jika tidak di-follow up?

Itulah alasan perlunya strategi email marketing.

Anda harus tahu kapan harus mengirim surat kepada pelanggan. Tak hanya itu, Anda juga perlu membuat konten email marketing yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

3. Konten Email Harus Tertarget, Bukan Blast Semata

Konten ibarat ujung tombak dari digital marketing.

Anda wajib membuatnya dengan benar, berdasarkan sudut pandang calon konsumen, bukan hanya feeling semata.

Kesalahan yang banyak dilakukan pengiklan adalah mereka mengirimkan email yang sama ke semua pelanggan.

Padahal, pelanggan juga memiliki kategori yang berbeda.

Dalam daftar pelanggan tersebut, ada beberapa pelanggan yang sangat tertarik dengan produk, tetapi belum sampai melakukan pembelian. Beberapa lainnya agak tertarik. Ada juga yang sama sekali belum tertarik dengan produk Anda.

Lalu, jika Anda mengirimi email dengan konten yang sama untuk kategori pelanggan yang berbeda, apakah akan berhasil?

Jawabannya tentu saja tidak.

Oleh karena itu, Anda harus bisa membuat konten email yang tertarget, setidaknya berdasarkan seberapa potensial pelanggan untuk membeli produk Anda.

Bagaimana caranya untuk mengetahui apakah pelanggan tersebut sangat tertarik atau belum tertarik dengan produk?

Tugas ini 100% dilakukan oleh mesin. Di sini, level selanjutnya adalah memilih tools yang tepat.

Panduan Memulai Email Marketing

konten email marketing

Untuk pemula, Anda harus memiliki pendekatan yang tepat agar tujuan email marketing tercapai.

Pendekatan yang salah akan membuat email Anda masuk ke spam sehingga tidak akan memberikan hasil sama sekali.

Meskipun kalah start dari digital marketer lainnya, bukan berarti Anda kalah saing.

Sebagian besar digital marketer masih menggunakan pendekatan yang salah. Terutama, berkaitan dengan mindset dasar yang sudah dijelaskan di atas.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk melakukan pendekatan yang benar.

Pada tahun 2021 nanti, tren email marketing pun akan berubah. Berikut adalah panduan untuk memulai email marketing.

1. Tentukan Tujuan dan Target Email Marketing

Sebelum menuju ke langkah lainnya yang lebih kompleks, hal pertama yang harus kalian lakukan sebagai pelaku email marketing adalah menentukan tujuan dan target.

Meskipun sepele, keduanya mempunyai peran yang amat penting. Tujuan akan menentukan seperti apa campaign yang akan dibuat.

Kemudian, dengan menentukan target, setidaknya Anda bisa melakukan evaluasi apakah kinerja Anda nantinya berhasil atau tidak.

Sekarang, coba Anda renungkan hal-hal dasar terkait tujuan dan target.

Apakah email marketing dibuat untuk memperbanyak penjualan?

Apakah email marketing ditujukan untuk membangun kepercayaan melalui konten yang dibagikan?

Apakah email marketing ditujukan untuk membuat banyak orang menghadiri acara kita?

Mari kita lihat dua contoh tujuan email marketing, yakni UNICEF dan Tokopedia.

Seperti yang kita ketahui bersama, UNICEF adalah sebuah organisasi amal. Email marketing mereka tidak ditujukan untuk menjual produk, tetapi memberikan edukasi kepada pelanggan dan membujuk mereka untuk menyumbang.

Sebaliknya, Tokopedia adalah platform jual-beli. Email marketing mereka fokus pada ajakan untuk berbelanja menggunakan platform tersebut.

Setelah tujuan jelas, akan lebih mudah untuk melakukan strategi selanjutnya, yakni target. Seberapa besar kenaikan penjualan yang Anda inginkan?

Target harus dibuat jelas dan realistis. Pada akhir periode, target digunakan untuk melakukan evaluasi keberhasilan email marketing.

2. Bangun List Email

Setelah menentukan tujuan dan target, tahap selanjutnya adalah mulai membangun list email. Ya, Anda membutuhkannya untuk mengirimkan penawaran-penawaran Anda kepada pelanggan.

Pada proses kedua ini, ingat pemahaman dasar tentang list email yang sudah dijelaskan di atas!

Kita semua tentu sepakat bahwa membangun list email bukan pekerjaan mudah. Akan tetapi, Anda tetap harus berusaha untuk membangun list dengan cara yang benar.

Peraturan nomor 1 alias yang paling utama adalah Anda harus mendapatkan izin dari pemilik email untuk mengirimkan email kepada mereka.

Jangan pernah membeli daftar email karena ini akan percuma.

Sekilas, membeli daftar email memang cukup menggoda.

Bagaimana tidak, Anda bisa mendapatkan sejumlah besar list email tanpa perlu susah payah mengumpulkannya.

Akan tetapi, cara tersebut nyatanya hanya kesia-siaan belaka.

Pelanggan yang tidak pernah tahu siapa Anda sangat kecil kemungkinannya untuk tertarik atau membeli produk Anda.

Lagipula, email termasuk privasi si pemilik. Mengirim email tanpa izin hanya akan mengganggu pelanggan.

Lalu, bagaimana cara yang efektif untuk membangung email?

Tawarkan insentif.

Ya, semua orang menyukai barang gratis.

Sambil memperkenalkan diri kepada calon pelanggan, Anda bisa memberikan mereka sesuatu yang bermanfaat untuk mereka secara gratis.

Anda bisa menawarkan ebook, panduan, akses eksklusif, atau apa pun yang berkaitan dengan bisnis Anda. Imbalannya, Anda bisa mendapatkan email mereka.

Ke depan, email ini akan diproses menjadi leads.

Cara ini lebih efektif untuk membangun list email dibandingkan membelinya.

3. Pilih Penyedia Layanan Email

Email marketing tidak bisa dikelola secara manual. Pengelolaan secara manual hanya akan merepotkan Anda.

Oleh karena itu, Anda membutuhkan Email Service Provider untuk membantu mempermudah pengelolaan pemasaran melalui email.

Di era yang sudah maju seperti sekarang, ada banyak sekali penyedia layanan email yang bisa Anda pilih, baik yang lokal maupun dari luar negeri.

Hal yang terpenting dalam memilih layanan email adalah sebagai berikut.

  1. Tampilan interface yang ramah pengguna.
  2. Memiliki banyak fitur dan tools yang mudah digunakan.
  3. Mampu mengirim email dalam jumlah besar tanpa repot.
  4. Bisa mengelola daftar kontak, melacak kinerja, dan melaporkan hasil.

Layanan email tak selalu berbayar. Untuk layanan sederhana, Anda mungkin bisa mendapatkan service provider gratisan.

Untuk tahap awal, sambil terus mendalami konsep email marketing, Anda bisa memanfaatkan email service provider gratis.

MailChimp adalah salah satu penyedia layanan email gratis yang paling populer di dunia. Interface dan fitur yang disediakan sangat ramah pengguna. Anda juga bisa menyambungkan MailChimp ke WordPress.

Ke depan, jika pemahaman tentang email marketing sudah jauh lebih baik lagi dan Anda mulai butuh layanan pro, Anda bisa beralih ke email service provider yang berbayar.

4. Bangun Konten Iklan

Dalam dunia marketing, konten iklan yang terstruktur sering disebut dengan campaign. Ya, langkah selanjutnya adalah membangun kampanye.

Ada banyak sekali jenis konten yang bisa dibuat sesuai dengan kondisi dan situasi pelanggan, seperti welcome email, thank you email, newsletter, promosi, hingga survei.

Konten email tentu disesuaikan dengan tujuan email marketing pada tahap nomor 1 di atas.

Ingat, email yang dibuat tidak perlu di-blast ke semua list yang ada. Anda harus mengirim email sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

Lalu, untuk membuat konten email atau kampanye lebih menarik, Anda bisa menyimak beberapa hal penting berikut.

  1. Buat email yang menarik dan informatif.
    Ingat, karakter pembaca online dan pembaca buku berbeda. Email harus langsung ke inti dan tepat sasaran. Pakai konsep piramida terbaik untuk menyampaikan hal-hal yang penting terlebih dahulu.
  2. Tekankan sisi visual.
    Visual lebih mudah menarik perhatian seseorang daripada kata-kata. Gunakan lebih banyak gambar, infografis, dan bagan agar pelanggan lebih mudah memahami pesan yang ingin disampaikan.
  3. Personalisasi sangat penting.
    Untuk membangun ikatan dengan pelanggan, gunakan sapaan langsung. Kemudian, akan lebih baik lagi jika Anda membuat segmentasi list Anda berdasarkan demografi, lokasi, aktivitas sebelumnya, dll untuk membuat personalisasi yang lebih bagus. Pakai tools email untuk memudahkan personalisasi.
  4. Optimalkan campaign di versi seluler agar mudah dikonversi.
    Faktanya, 41% email dibuka melalui smartphone. Jadi, pastikan email tetap optimal ketika dibuka di web maupun smartphohe.

Panduan di atas sifatnya hanya dasar. Anda masih bisa mengembangkannya sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Anda mungkin perlu juga memanfaatkan tren digital untuk membangun konten. Yang jelas, seperti yang sudah dibahas di awal, konten harus tertarget, bukan asal blast.

5. Lacak dan Tingkatkan Hasil

Anda harus tahu seberapa efektif email marketing yang sudah Anda usahakan. Melacak email dan melakukan evaluasi adalah hal utama yang harus dilakukan secara berkala.

Ada dua cara untuk melacak hasil campaign, yakni menggunakan tools dari penyedia layanan email atau menggunakan website analytics tool.

Tools dari penyedia layanan email mungkin akan memberikan banyak insight untuk Anda. Akan tetapi, tiga metrik berikut ini adalah yang paling penting.

  1. Open rates.
    Berapa banyak orang yang membuka email Anda? Ini menjadi indikator yang penting. Data ini menunjukkan seberapa besar orang-orang tertarik dengan kampanye Anda.
  2. CTR adalah kepanjangan dari click through rates.
    Jika CTR rendah, itu berarti email Anda tak begitu bernilai bagi pembaca. Anda bisa meningkatkan CTR dengan cara membuat konten yang lebih mudah dibaca. Penekanan dari sisi visual masih menjadi kunci.
  3. Unsubscribing rates.
    Jika ada banyak pelanggan yang berhenti berlanggananan, itu berarti Anda perlu meninjau kembali keseluruhan campaign yang sudah dilakukan.

Untuk tahap awal, setidaknya, tiga hal di atas perlu dilacak dan terus ditingkatkan.

6. Cegah Email Masuk ke Spam

Anda telah melakukan banyak usaha untuk membuat kampanye melalui email. Namun, bagaimana jika email tersebut justru masuk spam? Anda pasti tak ingin hal ini terjadi bukan?

Oleh karena itu, Anda harus memastikan bahwa email yang dikirim tidak nyasar ke spam.

Bagaimana cara mencegahnya?

Pertama-tama, Anda harus memastikan bahwa Anda memdapatkan izin untuk mengirimkan email. Anda bisa menggunakan op-tim. Formulir optin Anda harus jelas menyebutkan bahwa list Anda memang berlangganan konten Anda.

Selanjutnya, pastikan Anda hanya mengirimkan konten yang relevan dengan kebutuhan pelanggan. Ingat konsep dasar: konten email harus tertarget. Satu lagi, jangan gunakan kata-kata pemasaran yang terlalu sering digunakan, seperti gratis, sekarang, garansi, dll.

Ketiga, pastikan Anda menyertakan tombol berhenti berlangganan jika seseorang memilih untuk berhenti berlangganan.

Terakhir, pilih penyedia layanan email yang terpercaya untuk mencegah email yang terkirim masuk ke spam.

Strategi Email Marketing pada Era 2021 dan Selanjutnya

strategi email marketing

Teknologi digital berkembang sangat cepat. Tahun 2021 adalah awal dekade baru yang menuntut penyesuaian.

Bagaimanapun, pemasar harus terus menyesuaikan strategi pemasarannya dengan tren email marketing yang ada sekarang.

Apa yang bisa Anda lakukan?

Kesuksesan teknik email marketing bisa Anda dapatkan dengan menyimak beberapa hal berikut.

1. Buat Email Animasi dan Interaktif

Dunia animasi berkembang amat baik pada era ini. Masyarakat pun sangat tertarik dengan gambar-gambar animasi.

Nah, sekarang saatnya Anda memanfaatkan animasi ke email marketing.

Sekarang ini, mayoritas brand atau perusahaan secara teratur telah menggunakan GIF animasi pada campaign mereka. Ini adalah salah satu eksperimen untuk membuat kampanye yang efektif.

Selain itu, email yang interaktif juga bagus untuk mendapatkan timbal balik dari pelanggan. Perusahaan-perusahaan besar pun sudah mulai menggunakannya.

Pertanyaannya adalah sudahkah Anda menggunakan GIF animasi pada email marketing bisnis Anda? Lalu, kapan Anda akan mulai menggunakan email interaktif?

Untuk kesuksesan email marketing di era berikutnya, Anda sudah harus beralih ke amil animasi yang interaktif.

Sejalan dengan yang sudah dijelaskan di atas, penekanan dari sisi visual lebih efektif. GIF animasi menjadi langkah nyata untuk membuat campaign yang bagus.

2. Privasi Subscribers

Anda pasti sudah mendengar tentang General Data Protection Regulation (GDPR) bukan?

Belakangan ini, istilah GDPR banyak diperbincangkan oleh pemilik website.

Peraturan baru tersebut juga mau tidak mau memberikan efek pada strategi marketing Anda. Lalu, apa itu GDPR?

Secara singkat, GDPR merupakan sebuah peraturan tentang data privacy ‘perlindungan data’. Dengan adanya GDPR, data pribadi pengguna tidak boleh dimanfaatkan dengan cara apa pun tanpa seizin pengguna.

GDPR ini harus diikuti oleh semua pihak di seluruh penjuru dunia yang menyimpan, mengolah, serta memproses data yang sifatnya pribadi.

Nah, email pun termasuk data pribadi. Pemasar juga harus patuh dengan aturan GDPR tersebut.

Lalu, bagaimana dengan strategi email marketing Anda?

Nyatanya, GDPR tidak memberikan dampak yang buruk pada email marketing. Sebaliknya, peraturan tersebut justru membuatnya lebih baik.

Sama seperti teknik digital marketing yang sudah ada sebelumnya, Anda harus sepenuhnya jujur dan terbuka tentang data apa saja yang dikumpulkan.

Biasanya, perusahaan menjelaskan pengumpulan dan penggunaan data melalui halaman “Kebijakan Privasi”. Anda bisa membuatnya ketika mencoba mengumpulkan list email.

Peraturan antispam yang lebih ketat justru membuat perusahaan, terutama pemasar, menerapkan strategi lama ini untuk email marketing.

Dengan begitu, privasi pelanggan tetap terjaga dan Anda pun bisa membuat kampanye lebih baik pada email marketing.

3. Pendekatan yang Benar-Benar Terintegrasi

Pada dekade baru ini, Anda harus menggunakan pendekatan yang benar-benar terintegrasi.

Mengapa?

Sistem marketing yang terintegrasi secara internal akan menghasilkan campaign yang luar biasa. Integrasi antara orang dengan alat yang buruk adalah tantangan bagi para pemasar.

Para profesional mengatakan bahwa usaha email marketing semakin susah karena kurangnya kualitas data dan integrasi. Masalah lain yang muncul adalah koordinasi yang buruk antara departemen yang satu dengan departemen lainnya.

Dari hal di atas, kita tentu sadar bahwa integrasi sangat penting untuk mensukseskan strategi email marketing. Tak hanya yang berkaitan dengan data, tetapi juga kerja sama antardepartemen.

Kepuasan pelanggan juga akan terwujud melalui sistem yang terintegrasi dengan baik.

4. Optimasi dan Otomatisasi Alur Kerja

Pada era baru ini, email akan tetap menjadi saluran pemasaran yang paling kuat dan bisa diandalkan. Nantinya, akan banyak perusahaan yang menyadari hal tersebut.

Lalu, apa yang harus kita lakukan?

Tim email marketing harus fokus pada penyederhanaan alur kerja. Gunakan sistem AI untuk melakukan otomatisasi alur kerja.

Pada kenyataannya, sebagian besar perusahaan menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk membuat email marketing. Tentu hal ini tidak salah.

Akan tetapi, jika ada sistem yang lebih cepat dan efektif, mengapa tidak menggunakan sistem yang lebih cepat?

Otomatisasi alur kerja menggunakan tools lebih disarankan. Selain meningkatkan prodiktivitas, memanfaatkan tools juga bisa meminimalisasi kesalahan, lebih hemat waktu dan uang.

5. Personalisasi dan Segmentasi

Sekali lagi, personalisasi tetap menjadi kunci untuk email marketing. Ini juga akan menjadi tren di tahun-tahun ke depan.

Anda tidak bisa mengirim satu campaign untuk semua list email, tanpa mempertimbangkan siapa mereka, di mana mereka tinggal, apa yang mereka minati, dan ada di posisi mana mereka terkait brand Anda.

Pemasaran yang tidak personal dan tidak bersegmen tidak memiliki tempat lagi di era ini.

Personalisasi dan segmentasi adalah kunci penting untuk kesuksesan email di era ini dan era mendatang.

Oleh karena itu, cari cara sebaik dan seefektif mungkin untuk melakukan segmentasi pada list Anda. Kemudian, buat campaign yang sesuai dengan kebutuhan dan apa yang diharapkan oleh pelanggan.

Kesimpulan

Email marketing memang sebuah usaha yang sangat kompleks. Anda harus mempelajarinya perlahan dan menyesuaikannya dengan perkembangan zaman.

Email marketing berkaitan dengan tools, campaign, dan list email. Ketiganya harus terintegrasi dengan baik.

Harus ada jembatan penghubung antara apa yang Anda tawarkan dengan apa yang menjadi kebutuhan konsumen. Tugas Anda adalah menemukannya.

Ingat! Tidak ada kata cukup ketika belajar tentang email marketing. Selalu ada hal baru yang harus dipelajari dan ditingkatkan.

Setelah sampai di pembahasan ini, jangan lupa untuk terus mempraktikkan apa yang sudah dipelajari. Semakin banyak melakukan testing, Anda akan semakin paham tentang strategi mana yang paling sesuai dengan bisnis apa.

Semoga informasi ini bermanfaat! Mari tingkatkan strategi email marketing. Apabila Anda membutuhkan bantuan untuk membangun konten iklan, segera hubungi kami.

Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter

Artikel Terkait

Tinggalkan komentar