Headline #101: Cara Membuat Headline Yang Menarik Closing

Cara Membuat Headline Yang Menarik Closing

“Spesial Cuci Gudang! 90% OFF!”

Seumur hidup, berapa kali Anda “terpesona” dengan headline semacam itu?

Sesekali? Sebulan sekali? Atau jangan-jangan sangat sering sampai tidak sadar berapa kali?

Kenyataannya, tidak semua pembelian yang kita lakukan dilakukan atas kesadaran pribadi. Tanpa disadari, kita pasti pernah memutuskan beli produk tertentu karena terpikat secara emosional dengan headline-nya.

Tapi apa itu headline?
Seberapa penting headline di dunia marketing?
Bagaimana cara membuat headline yang menarik closing?

Mari kita bahas satu-satu.

Apa Itu Headline?

Pertama-tama saya tegaskan, headline bukan judul tulisan/konten.

Headline adalah satu baris kalimat yang dibuat untuk keperluan menarik calon konsumen. Jadi kepentingan utama headline adalah untuk meningkatkan performa marketing suatu konten/produk.

Sementara itu, judul adalah satu baris kalimat biasa, yang bertujuan menjelaskan isi konten secara singkat. Judul ditulis tanpa kepentingan marketing, tapi murni informatif.

Supaya lebih paham apa itu headline dan perbedaannya dengan judul, coba bandingkan dua kalimat berikut ini.

cara membuat headline menarik

Dua kalimat di atas sama-sama menjelaskan khasiat kunyit. Akan tetapi keduanya punya jenis berbeda.

Kalimat pertama adalah judul biasa, yang menampilkan summary menyeluruh dari konten di bawahnya.

Sementara itu, kalimat kedua adalah headline. Susunan kalimatnya lebih menarik, spesifik, tapi tidak memberi “spoiler” tentang konten terlalu banyak.

Paham bedanya?

Kekuatan Headline dalam Strategi Marketing

“On the average, five times as many people read the headline as read the body copy. When you have written your headline, you have spent eighty cents out of your dollar.”

“Rata-rata, orang membaca headline lima kali lebih sering dibanding isinya. Saat Anda menulis sebuah headline, Anda telah mengerjakan 80% dari 100% pekerjaan.”

(David Ogilvy)

Kira-kira seperti itu kata David Ogilvy tentang headline jika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia.

David Ogilvy adalah Bapak Periklanan kita, Bapak Copywriting, yang berhasil melahirkan teknik-teknik penulisan headline terbaik di era 80-an.

Jadi sekuat itukah headline? Hal-hal apa saja yang dilakukan headline sampai disebut 3X lipat lebih penting dari isi konten di bawahnya?

1. Keran Pembuka Traffic

Dalam dunia headline, ada yang namanya aturan “80/20 Rule of Headline”. Aturan ini ditemukan oleh tim Copyblogger pada tahun 2013.

Pada riset tersebut, Copyblogger menemukan bahwa 8 dari 10 orang penjelajah internet membaca headline, akan tetapi hanya 2 orang yang klik dan membaca isinya.

Ini artinya, dari 10 headline yang tersebar di internet saat ini, hanya ada 2 headline yang benar-benar bagus dan menarik. Dua headline inilah yang kemudian berhasil mengantarkan “rezeki traffic” ke website.

2. Bahan PDKT dengan Target Audience

Target audience hanya punya 10 detik untuk memutuskan akan klik konten kita atau tidak. Di tahap ini, headline punya peranan paling besar untuk memengaruhi sisi emosional target.

Headline yang bagus adalah headline yang punya ikatan perasaan dengan target audience.

Untuk membuat headline dengan “rasa”, kita harus paham apa yang dirasakan target audience saat mencari informasi di search engine.

Misalnya 2 media UGC di Indonesia berikut ini, Mojok.CO dan Hipwee.

Contoh Gaya Headline Mojok.CO (sumber: Mojok.CO)
Contoh Gaya Headline Ala Hipwee (source: Hipwee)

Konten Mojok.CO dan Hipwee punya tren headline yang berbeda. Kontennya mungkin 11/12, tapi keduanya mengeksploitasi target audience yang berbeda secara emosional.

Headline di Hipwee dibuat dengan gamblang dan bahasa yang ringan, target audiencenya adalah anak muda.

Sedangkan Mojok.CO menggunakan banyak diksi dan permainan kata. Usia target audience-nya tidak kelihatan, tapi jelas Mojok.CO menarget audience yang lebih kompleks pola pikirnya dari audience Hipwee.

3. Alat Brand Awareness Terawet

Tidak semua headline bisa menjadi alat brand awareness. Ada headline musiman yang terus berganti tiap iklan baru muncul.

Tapi ada juga headline-headline ampuh yang bertahan sampai tahunan. Setiap kali mendengar headline itu diucapkan, ingatan kita pasti langsung mengarah ke satu produk/brand.

Headline awet itu bonus, yang wajib bagi Anda adalah membuat headline yang menarik target audience dengan konsisten.

Jenis-Jenis Headline Yang Bisa Anda Buat

Headline ada banyak jenisnya, sesuai dengan target yang ingin dicapai. Meski demikian, semua headline wajib punya satu unsur yang sama: click-bait.

Gampangnya, click-bait adalah alasan target audience wajib klik headline tersebut. Makin kuat alasannya, makin ampuh juga click-baitnya.

Di bawah ini ada beberapa headline dan angle click-bait yang dapat Anda manfaatkan.

1. Headline Hard-Selling

Headline hard-selling adalah headline yang to the point dan tidak berbelit-belit. Saat membaca headline ini, target audience langsung paham apa yang kita inginkan.

Take it or leave it, kalau mereka suka, ya beli. Kalau tidak suka, ya pergi.

Angle click-bait    : diskon, penawaran berbatas waktu (time-limited), merk (kalau sudah terkenal).

Contoh headline hard-selling

  • Daftar Sebelum 30 Juni dan Dapatkan Rp1.000.000
  • Cuci Gudang! Diskon 95% All Item s/d 30 Juni
  • Dapatkan iPhone 12 Hanya Dengan Rp.3.000.000 di OkeShop

2. Headline Soft-Selling

Headline soft-selling adalah kebalikan dari hard-selling, terutama dari segi penawaran dan bahasa. Tujuan soft-selling bukan hanya penjualan, tapi juga brand positioning.

Saat membuat soft-selling, sesuaikan bahasa headline dengan bahasa target audience. Tidak apa-apa mencampurkan formal dan informal.

Angle click-bait    : masalah konsumen, sisi emosional, perbandingan fasilitas

Contoh headline soft-selling

  • Mau Lulus Kuliah Tapi Bahasa Inggris Gitu-Gitu Mulu? Belajar Di Sini Aja!
  • Ingin Anak Tumbuh Sehat Tanpa ASI? Susu Kambing Ini Jawabannya!
  • Masa Depanmu Lebih Berharga Daripada Boba. Investasi di Foxpay Sekarang, Start From 12K/Lot!

3. Headline Berita (Informatif)

Headline berita/informatif murni dibuat untuk memberi pengetahuan (contohnya headline artikel yang sedang Anda baca ini).

Tujuan utama headline berita bukan untuk marketing, walau di dalam konten kita masih bisa jualan tipis-tipis 😀

Click-bait dalam headline berita dibutuhkan untuk memastikan target audience terkonversi menjadi traffic.

Angle click-bait    : sisi penasaran konsumen, dramatisasi (boleh, tapi jangan berlebihan)

Contoh headline berita/informatif:

  • 5 Fakta Michael Jackson Yang Baru Terkuak, No. 3 Paling Bikin Shock!
  • Akun Youtube Satu Ini Buat Ramalan Mengejutkan Tentang BTS
  • Nanggala 402 Akhirnya Ditemukan Di Kedalaman Berikut
  • Taklukkan Google Dengan 5 Tools SEO Ini

4. Headline Tips – Trik (How-To)

Headline tips – trik dipakai untuk konten yang berisi cara melakukan sesuatu.

Kalau Anda memakai jenis headline satu ini, langsung saja to the point bahas langkah-langkah, tips, dan trik sesuai janji di headline. Jangan membuat rincian definisi terlalu banyak agar audience tidak bosan.

Angle click-bait    : jumlah tips, benefit saat melakukan tips

Contoh headline tips – trik:

  • 10 Tips Merawat Laptop Agar Tidak Cepat Rusak
  • 5 Tips Instal Keygen Tanpa Terdetect Windows Firewall
  • 20+ Trik S3 Marketing Yang Jarang Diketahui Orang

5. Headline Pertanyaan

Headline pertanyaan sama to the point-nya dengan headline hard-selling. Akan tetapi bahasa yang digunakan cenderung ke soft-selling, karena dibuat berdasarkan masalah.

Saat membuat headline pertanyaan, yang kita serang langsung adalah inti “why” dari produk kita. Apa masalah terbesar konsumen yang dapat terpecahkan dengan produk ini?

Angle click-bait    : masalah konsumen

Contoh headline pertanyaan:

  • Susah Karena Anak Alergi Susu? Kedelay Milk Jawabannya
  • Ingin Diet Tanpa Mengurangi Makan? Nature-B Diet Solusinya
  • Malas Isi Dompet Digital Sendiri? Hubungi PPOB Eka Jaya Sekarang Juga

6. Headline Klaim

Headline klaim adalah headline yang orientasinya bukan konsumen, tapi value produk kita sendiri. Harapannya dengan membuat klaim value, konsumen akan yakin value tersebut benar-benar kita miliki.

Saat membuat headline klaim, sebaiknya jangan sampai overestimate produk. Tidak apa-apa mengaku sebagai nomor #1, tapi kalau bisa cari klaim lain yang lebih menggambarkan keunggulan produk kita.

Angle click-bait    : value produk, akuisisi pasar

Contoh headline klaim:

  • Saungwriter, Spesialis Penulis Konten Berkualitas dan Terjangkau
  • Kopiko, Gantinya Ngopi!
  • Indomie Seleraku
  • Tiktok, Make Your Day

7. Headline Testimonial

Headline terakhir yang kita bahas dalam panduan cara membuat headline yang menarik ini adalah headline testimonial.

Headline testimonial mengandalkan testimoni orang-orang yang menggunakan produk.

Jika produk Anda menghasilkan value yang langsung kelihatan dampaknya, jenis headline ini dapat digunakan sebagai bahan promosi.

Angle click-bait: value, pengalaman unik tiap konsumen

Contoh headline testimonial:

  • Berkat Kursus Jagoan Pesbuk, Omzet Saya Naik Dari 100 Ribu Jadi 100 Juta/bulan
  • Sejak Mengonsumsi Ginger-Gro, Penyakit Asma Saya Jadi Jarang Kumat
  • Berkat Milk-Soy Anak Saya Bisa Minum Susu Tanpa Takut Alergi

Cara Membuat Headline Yang Menarik Closing

Sudah siap membuat headline yang jadi sumber rezeki traffic dan sales untuk website Anda/perusahaan?

Kali ini kita akan bahas cara membuat headline yang menarik closing, ini penjelasan lengkapnya.

1. Buat Sesingkat Mungkin, Tapi Ngena

Ingat, headline yang panjang dan lengkap bukan berarti bagus. Semuanya tergantung pada efek headline itu ke emosional target audience.

Tahun 2017 kemarin, BuzzMo mengadakan riset tentang headline ke 100 juta artikel yang diposting di Google, hasilnya salah satunya sebagai berikut.

cara membuat headline yang menarik engagement
Jumlah karakter headline dengan engagement tertinggi (source: Buzzmo)

Dari data di atas, headline dengan performa terbaik punya 60 – 90 karakter, lebih dari itu, nilai engagement-nya turun.

Tapi kalau Anda pakai YOAST di WordPress, tenang.

Batas karakter headline konten website menurut standar YOAST adalah 50-60 karakter (sekitar 5 – 7 kata), selebihnya nilai SEO-nya akan orange/merah.

Jumlah karakter yang sedikit ini harus Anda manfaatkan untuk membuat headline seringkas dan seefektif mungkin.

Bagaimana caranya membuat headline yang ringkas tapi ngena?

Masukkan perasaan dan tekad jualan Anda ke dalam headline yang ditulis.

2. Manfaatkan Perasaan Target Audience

Salah satu ilmu penulisan headline terbaik dari David Ogilvy adalah sebagai berikut:

Write the way you talk.

Menulislah seperti saat Anda bicara langsung pada target audience. Gunakan bahasa yang paling dekat dengan mereka. Pahami bagaimana perasaan mereka saat membaca headline Anda.

Apakah menulis headline memerlukan ilmu terawang?

Tentunya tidak. Perasaan dan cara berpikir target audience bisa diteliti, dan bahkan ada tool-nya juga.

Dalam ilmu pemasaran konten, istilahnya user intent.

Misalnya kita ingin menulis headline artikel tentang “dekorasi rumah” di Google.

Pertama-tama coba cari dulu keyword pertama yang muncul di pikiran Anda tentang “dekorasi rumah”. Setelah itu, lihat konten-konten yang muncul di halaman #1 dan pelajari susunannya.

Supaya makin lengkap risetnya, coba buka Google Keyword Planner atau tools riset keyword lainnya. Pakai mode “related keywords”, lalu ketikkan keyword pertama yang Anda pakai tadi.

Keyword lain yang dicari pengguna Google dilingkari merah, ini bisa disebut juga user intent.

Semakin beragam keyword yang muncul, pengetahuan Anda tentang user intent pun akan semakin lengkap.

Headline yang Anda buat pun akan semakin kaya, karena Anda punya banyak insight tentang target audience sebelum membuatnya.

3. Tawarkan Value Spesifik

“Value apa sih yang bisa audience saya dapat melalui konten saya?”

Tanyakan itu pada diri Anda, lalu sisipkan jawabannya ke dalam headline. Mau hard-sell atau soft-sell terserah, silakan sesuaikan dengan tujuan Anda.

Contohnya begini:

Anda ingin buat artikel tentang produktivitas dengan keyword “tips lebih produktif”. Saat mengecek user intent, Anda menemukan hal berikut:

Ada 11,1 juta konten lain yang siap bersaing dengan konten Anda, dan judulnya mirip-mirip.

Bagaimana caranya agar target audience dapat value spesifik dari konten Anda, tanpa mengorbankan SEO?

Di dalam headline artikel, masukkan main keyword yang Anda bidik, lalu sisipkan value di depan/belakang keyword. Misalnya kalau keyword yang dibidik “tips lebih produktif”, bisa pakai judul-judul berikut:

  • 10 Tips Lebih Produktif Ala Milyarder Dunia
  • 10 Tips Lebih Produktif Ala Maudy Ayunda (kalau Maudy lagi viral)
  • 20+ Tips Lebih Produktif Dari Al-Qur’an
  • dll

4. Masukkan Angle Clickbait

Cara membuat headline yang menarik berikutnya adalah masukkan angle clickbait. (Angle ya bukan angel, dari tadi bacanya salah nggak? hehehe)

Di bahasan tentang jenis-jenis headline tadi, saya sudah menyebutkan angle clickbait untuk tiap jenis headline.

Angle di sini punya pengertian yang sama dengan angle saat kita ingin menembak sesuatu.

Saat menggunakan pistol/panah, ada posisi/gaya/sudut tertentu yang perlu kita bidik agar tembakan kita tidak meleset, sama halnya seperti saat membuat headline.

Kalau ingin belajar tentang ragam angle headline, paling enak sebenarnya belajar dari microblog di Instagram, contohnya dua orang kreator konten ini:

Konten yang membahas headline dari PPC Creator (source: PPC Creator)
Konten yang membahas headline dari Sandy Sutawiguna (source: Sandy Sutawiguna)

Keduanya sama-sama bahas tentang headline, tapi angle headline yang mereka pakai di gambar pertama berbeda.

PPC Creator pakai “Kata-Kata Sakti Untuk Jualan”, penekanannya di “kata-kata”. Sedangkan Sandy Sutawiguna pakai “Trik Bikin Kalimat Biar Lebih Menjual”, fokusnya di “trik”.

Perbedaan angle semacam ini di dunia kreator konten lumrah terjadi. Soalnya kita punya persepsi sendiri-sendiri tentang kebutuhan target audience.

5. Pakai Angka!

Dari riset Moz tahun 2013, jenis headline nomor satu yang paling disukai pengguna Google adalah headline dengan angka.

Penempatan angka di dalam headline memberikan kepastian bagi audience tentang sebanyak apa informasi yang bisa didapatkannya.

Misalnya Anda mencari “tips lebih produktif”, Anda akan lebih tertarik pada headline yang mengandung angka, misalnya “10 Tips Lebih Produktif Dari Filsuf Jepang”, karena Anda merasa pasti akan mendapatkan 10 insight baru.

6. Sesuaikan Dengan Tujuan Anda

Apa tujuan Anda menulis headline? Apa yang Anda harapkan terjadi saat audience membaca headline Anda?

Penjualan kah? Leads? Klik website? Riset?

Di samping user intent, Anda juga harus memperhatikan “intent” Anda sendiri.

Kalau Anda “kurang niat” saat menulis, headline Anda akan amburadul, kurang makna, dan tentunya tidak bisa generate hasil yang diharapkan.

Selain itu, jangan terpaku pada satu jenis headline saja. Coba buat beragam headline dengan jenis dan angle berbeda, sesuai dengan tujuan Anda.

Ini contoh dari blog Moz, yang tadi meriset soal keampuhan angka dalam headline. Meski hasil riset mereka begitu, toh headline yang mereka pakai tidak selalu berangka, kan?

Jadi, be flexible. Kombinasikan user intent dengan intent Anda sendiri. Kalau prinsip ini diterapkan dengan konsisten, saya yakin Anda bisa buat headline yang menarik banyak closing.

7. Eksperimen Terus

Terakhir, cara membuat headline yang menarik yang tidak ada tandingannya adalah: eksperimen dan eksperimen! Terus menulis headline sampai skill copywriting Anda terasah.

Copywriting bukan bakat atau hasil warisan genetik. Ilmu ini sangat bisa dipelajari, tapi untuk menancapkannya ke otak perlu jam terbang mumpuni.

Di antara ilmu digital marketing lainnya, copywriting termasuk dalam ilmu fundamental, first principle knowledge kalau katanya Elon Musk.

Copywriting dalam headline berperan memasukkan emosi dan strategi marketing hanya dengan satu kalimat pendek.

Camkan baik-baik hal ini dalam hati tiap kali menulis headline baru. Menulislah setiap hari sampai Anda mampu memasukkan emosi ke dalam tulisan tanpa sadar.

***

Demikian pembahasan Saungwriter tentang cara membuat headline yang menarik closing.

Tapi pembahasannya tidak akan berhenti di sini. Karena seni menulis headline hanya satu cabang dari copywriting. Tunggu tulisan-tulisan kami selanjutnya, dan kalau Anda ingin request konten, jangan sungkan ya. (Ajukan dikolom komentar)

Selamat menjadi penulis headline sangar!

Share on whatsapp
WhatsApp
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter

Tinggalkan komentar

6 + sixteen =

Paket Saungwriter

Paket Artikel SEO

Paket Artikel Berita

Paket Update Blog

Paket Riset Keyword

Kebutuhan Spesifik

Posting Blog

Landing Page

Press Release

Naskah Video

Desk Produk

Teks Iklan

Halaman Web

Uraian Tugas

Penerjemah

Ebook

Penulis Teknis

Company Profile

Opini

Pendidikan

Ilmiah

Kreatif